Akurat Logo

Jarak Hotel Jemaah Haji Indonesia ke Masjidil Haram Sangat Jauh, DPR Soroti Risiko Keamanan dan Kenyamanan Ibadah

Lufaefi | 10 Juni 2026, 07:06 WIB
Jarak Hotel Jemaah Haji Indonesia ke Masjidil Haram Sangat Jauh, DPR Soroti Risiko Keamanan dan Kenyamanan Ibadah
Jemaah haji sedang melakukan Thawaf di Masjidil Haram (antara)

AKURAT.CO Sejumlah anggota Komisi VIII DPR RI mengkritik penempatan pemondokan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi yang dinilai terlalu jauh dari pusat kegiatan ibadah. Jarak hotel yang mencapai sekitar 13 kilometer dari Masjidil Haram dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal dan berpotensi mengganggu kenyamanan, kekhusyukan, bahkan keamanan jemaah.

Kritik tersebut disampaikan dalam rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Haji dan Umrah RI serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mengaku terkejut setelah menemukan langsung kondisi salah satu hotel jemaah haji yang berlokasi jauh dari pusat peribadatan.

Baca Juga: Timwas DPR Soroti Minimnya Fasilitas Jemuran di Pemondokan Jemaah Haji Indonesia

"Kami mendirikan Kementerian Haji dengan harapan pelayanan Kementerian Haji itu berbeda dengan Kementerian Agama. Maka yang disampaikan Pak Wamen, tidak ada lagi kartel-kartel, itu harusnya diwujudkan dengan baik," ujar Selly.

Menurut Selly, dalam pembahasan sebelumnya telah disepakati bahwa hotel terjauh bagi jemaah haji berada dalam radius sekitar 4 hingga 5 kilometer dari pusat kegiatan ibadah. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan adanya pemondokan yang jaraknya jauh melampaui batas tersebut.

"Saya begitu terhenyak, begitu mendatangi salah satu hotel yang namanya Al-Hidayah. Di dalam forum ini, kita menyepakati bahwa jarak hotel yang terjauh itu adalah 4 kilometer atau 5 kilometer. Tetapi ternyata Al-Hidayah itu jaraknya hampir 13 kilometer," katanya.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mengurangi kenyamanan jemaah dalam menjalankan ibadah. Menurutnya, tujuan utama pelaksanaan haji adalah memberikan kesempatan kepada jemaah untuk beribadah secara khusyuk, bukan justru dibebani perjalanan yang terlalu jauh.

"Padahal tujuan beribadah haji itu adalah bisa khusyuk untuk melaksanakan ibadah. Bayangkan kalau jemaah diberikan pelayanan yang paling jauh, jaraknya hampir dekat di Arafah. Bagaimana kita harus menyampaikan itu?" ujarnya.

Temuan serupa juga disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni, yang ikut melakukan peninjauan lapangan bersama Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI di Makkah dan Madinah. Ia menyebut lokasi pemondokan Al Hidayah berada di kawasan Syisyah Janubiyah dengan jarak sekitar 13 kilometer dari pusat aktivitas ibadah.

"Kemarin, kami Timwas baru pulang dari melakukan peninjauan baik itu di Makkah maupun di Madinah. Ada satu hal yang sangat krusial ya kami lihat di sana tentang penempatan jemaah haji di Syisyah Janubiyah, tepatnya Al Hidayah. Itu jarak tempuhnya lebih kurang 13 kilometer di posisi yang sepi, waktu perjalanannya kita lihat lewat Google Maps itu lebih kurang 30 menit. Ya, 30 menit," kata Husni.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi