Akurat Logo

Timwas DPR Soroti Minimnya Fasilitas Jemuran di Pemondokan Jemaah Haji Indonesia

Lufaefi | 10 Juni 2026, 06:59 WIB
Timwas DPR Soroti Minimnya Fasilitas Jemuran di Pemondokan Jemaah Haji Indonesia
Ilustrasi Timwas Haji DPR RI Soroti Minimnya Jemuran Jemaah Haji Indonesia di Pemondokan (ANTARA)

AKURAT.CO Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menemukan sejumlah catatan terkait fasilitas pemondokan jemaah haji Indonesia di Makkah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah tidak tersedianya fasilitas jemuran yang memadai bagi para jemaah.

Temuan tersebut disampaikan anggota Timwas Haji DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, saat meninjau Al Hidayah Tower 3 Sektor 10 di kawasan Aziziyah, Makkah, Jumat (22/5/2026). Pemondokan tersebut menampung sekitar 2.000 jemaah haji Indonesia, termasuk jemaah asal Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Banten.

Menurut Rizki, ketiadaan area jemuran membuat banyak jemaah harus mengeringkan pakaian mereka di dalam kamar atau di lorong pemondokan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan kesehatan apabila berlangsung dalam waktu lama.

Baca Juga: KBIH Penipu Jamaah Haji Rp1,4 Miliar Bakal Dicabut Izin dan Diproses Pidana

"Problem kecil lainnya adalah setelah mereka mencuci baju, menjemurnya di mana? Kalau di atas tidak boleh menurut pemerintah Arab Saudi. Jadi mereka menjemur di kamar masing-masing. Jika ini berlangsung lebih dari seminggu atau sepuluh hari, ditakutkan bisa memicu bakteri," ujar Rizki.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena sebagian jemaah berada dalam kondisi fisik yang rentan setelah menempuh perjalanan panjang dan menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

"Iya, (mereka menjemur) di dalam kamar masing-masing. Apalagi mereka dalam kondisi imun tubuh yang mungkin tidak terlalu baik setelah perjalanan panjang dan cuaca ekstrem. Jadi ada problem kecil seperti itu," lanjutnya.

Selain persoalan jemuran, Timwas DPR juga mencatat jarak pemondokan dengan Masjidil Haram yang mencapai sekitar 13 kilometer. Namun demikian, Rizki menyebut sebagian besar jemaah tidak mempermasalahkan kondisi tersebut karena tersedia layanan Bus Shalawat yang beroperasi selama 24 jam dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Rizki meminta para jemaah tetap bersabar dengan kondisi yang ada mengingat jutaan umat Islam dari berbagai negara sedang berkumpul di Makkah pada musim haji tahun ini. Ia juga menyampaikan harapan agar pelayanan haji Indonesia semakin baik pada masa mendatang.

"Apalagi Pak Prabowo ke depannya merencanakan adanya kampung haji sebagai fasilitas pemerintah Indonesia di Tanah Suci. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi, tapi sejauh ini cukup baik dan belum ada kendala yang besar," katanya.

Meski menemukan beberapa catatan, Rizki menilai secara umum fasilitas pemondokan dan layanan konsumsi bagi jemaah berjalan cukup baik. Perhatian utama saat ini lebih banyak tertuju pada kondisi kesehatan jemaah, terutama kelompok lanjut usia yang membutuhkan pengawasan lebih intensif.

Baca Juga: Timwas Haji DPR Soroti Manajemen Hotel dan Transportasi di Madinah untuk Jemaah Gelombang Dua

"Kondisi mereka harus dijaga dengan baik. Tadi saya menyapa beberapa jemaah, mudah-mudahan mereka bisa sehat kembali. Untuk tim kesiapan dokter medis, saya lihat cukup baik," pungkasnya.

Temuan Timwas DPR ini menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 agar pelayanan dan fasilitas bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci dapat terus ditingkatkan pada musim haji berikutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi