Direktur Eksekutif Forum Zakat Jelaskan Perbedaan Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Forum Zakat, Agus Budiyanto, menjelaskan perbedaan zakat, infak, sedekah dan wakaf dalam tayangan di akun TikTok Akurat.co, Jumat (6/3/2026) pukul 17.45 WIB.
Dalam sesi tanya jawab tersebut, Agus menjawab pertanyaan warganet mengenai perbedaan mendasar di antara keempat instrumen filantropi Islam tersebut, terutama yang kerap menjadi perbincangan di bulan Ramadan.
“Ini pertanyaan yang paling sering muncul, apalagi di bulan Ramadan,” ujar Agus membuka penjelasan.
Dari sisi hukum, ia menegaskan bahwa zakat bersifat wajib, sedangkan infak, sedekah dan wakaf hukumnya sunnah.
“Zakat itu hukumnya wajib, sementara yang lainnya sunnah,” katanya.
Dari aspek syarat pemberi, zakat memiliki ketentuan khusus, yakni Muslim, baligh, berakal, merdeka dan memiliki harta yang telah memenuhi syarat. Sementara infak dan wakaf mensyaratkan adanya kepemilikan harta atau barang. Adapun sedekah tidak selalu harus berbentuk materi.
Baca Juga: Puasa Tanpa Sholat, Apakah Otomatis Batal? Ini Jawabannya dalam Kultum Ramadhan Akurat.co
“Kalau sedekah, senyum saja itu sedekah. Menolong orang, menyingkirkan duri di jalan, itu juga sedekah,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari sisi bentuk pemberian, zakat harus berupa harta, seperti beras untuk zakat fitrah atau uang dan hasil pertanian untuk zakat mal. Infak juga harus berbentuk materi. Sedangkan sedekah lebih luas karena bisa berupa tindakan kebaikan nonmateri.
Terkait penerima manfaat, Agus menjelaskan bahwa zakat memiliki ketentuan ketat sebagaimana diatur dalam Surah At-Taubah ayat 60, yakni delapan golongan (asnaf), meliputi fakir, miskin, amil, mualaf, gharimin, riqab, fisabilillah dan ibnu sabil.
“Yang ketat penerimanya itu zakat. Kalau infak, sedekah dan wakaf, siapa saja boleh menerima,” ujarnya.
Dari sisi keberlangsungan manfaat, zakat, infak dan sedekah pada dasarnya bersifat habis pakai. Sedangkan wakaf harus bersifat abadi dan pokoknya dijaga agar terus berkembang.
“Kalau wakaf itu tidak boleh habis. Pokoknya harus tetap ada dan berkembang,” kata Agus.
Baca Juga: Puasa Tanpa Sholat, Apakah Otomatis Batal? Ini Jawabannya dalam Kultum Ramadhan Akurat.co
Sementara dari aspek waktu pemberian, zakat memiliki ketentuan tertentu, seperti zakat fitrah yang ditunaikan sebelum Salat Idulfitri dan zakat mal setelah mencapai nisab dan haul. Adapun infak, sedekah dan wakaf dapat diberikan kapan saja.
Giat Kultum Akurat.co ini didukung oleh Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







