Cuma Dibayar Rp50 Ribu dari Janji Rp250 Ribu, Wanita Hamil 7 Bulan Tewas Dicekik Usai Open BO via MiChat

AKURAT.CO Seorang perempuan berinisial K (18) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan di sebuah warung mi ayam di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2026).
Korban sempat ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Namun, nyawa K tidak berhasil diselamatkan. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, korban diduga meninggal akibat cekikan pada bagian leher yang menyebabkan tulang rawan gondok patah hingga menghambat saluran pernapasan.
Kanit Reskrim Polsek Babelan, AKP Syafwardi, mengatakan, kondisi tersebut membuat korban mengalami mati lemas. Hal itu disampaikannya kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap orang yang diduga bertanggung jawab atas kematian korban. Dari hasil penyelidikan, petugas menangkap seorang pria berinisial AK (23).
Syafwardi menjelaskan, perkara tersebut bermula dari komunikasi antara korban dan AK melalui aplikasi MiChat. Keduanya kemudian sepakat untuk bertemu dan melakukan hubungan badan.
Setelah pertemuan tersebut, korban meminta pembayaran jasa yang sebelumnya telah disepakati sebesar Rp250.000. Namun, AK disebut hanya memberikan Rp50.000.
Perselisihan terkait pembayaran itu kemudian berujung pada penganiayaan. Polisi menduga AK mencekik korban hingga akhirnya kehilangan nyawa di lokasi kejadian.
Fakta lain terungkap setelah jasad korban menjalani autopsi di RS Polri Kramat Jati. Polisi menyebut K saat meninggal dunia tengah mengandung dengan usia kehamilan sekitar tujuh bulan.
Hasil pemeriksaan juga menunjukkan janin yang dikandung korban berjenis kelamin perempuan. Dokter menyatakan janin tersebut turut meninggal dunia pada saat korban meninggal.
“Untuk jenis kelamin anak yang ada di kandungan korban adalah perempuan. Pada saat dilaksanakan proses pemeriksaan oleh dokter, dinyatakan anak sudah meninggal dunia pada saat orang tuanya meninggal dunia,” ujar Syafwardi.
Baca Juga: Sherly Tjoanda Curhat ke DPR, Pernah ‘Digantung’ ATR/BPN soal 16 Ribu Hektare Lahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November



