Naskah Khutbah Jum’at: Cara Memperoleh Keberkahan Bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan

AKURAT.CO Berikut adalah naskah khutbah Jum’at: Cara Memperoleh Keberkahan Bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan
Khutbah Pertama
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وأصحابه، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
أما بعد، فيا أيها المسلمون، أوصيكم وإياي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته، ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Marilah kita tingkatkan rasa syukur kepada Allah Swt. atas limpahan nikmat yang terus mengalir, khususnya nikmat iman dan kesempatan hidup hingga kita kembali dipertemukan dengan bulan-bulan mulia dalam kalender Islam: Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Ketiga bulan ini bukan sekadar pergantian waktu, tetapi fase spiritual yang Allah siapkan untuk mendidik jiwa orang-orang beriman.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan sering disebut oleh para ulama sebagai satu rangkaian tarbiyah ruhani. Rajab adalah bulan kesadaran dan penghormatan, Sya’ban adalah bulan persiapan dan peningkatan amal, sedangkan Ramadhan adalah bulan puncak ibadah dan pengampunan.
Allah Swt. berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Artinya:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)
Rajab termasuk bulan haram, bulan yang dimuliakan, di mana umat Islam diajak untuk menghormati waktu, menahan diri dari maksiat, dan mulai memperbaiki hubungan dengan Allah Swt.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Cara memperoleh keberkahan bulan Rajab adalah dengan memperbanyak taubat dan introspeksi diri. Rajab adalah momentum untuk berhenti sejenak, bertanya pada diri sendiri: ke mana arah hidup ini berjalan? Apakah hati kita masih hidup atau justru lelah oleh dosa dan kelalaian?
Baca Juga: Naskah Khutbah Jum’at: Islam dan Kemanusiaan di Tengah Krisis Akhir Zaman
Memasuki bulan Sya’ban, Rasulullah Saw. mencontohkan peningkatan kualitas amal. Dari Aisyah r.a. beliau berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artinya:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak daripada puasanya di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sya’ban adalah bulan latihan. Bulan untuk membiasakan diri dengan ibadah yang kelak akan menjadi rutinitas di bulan Ramadhan. Siapa yang lalai di Sya’ban, sering kali akan berat di Ramadhan.
Jamaah sekalian,
Puncak dari rangkaian ini adalah bulan Ramadhan, bulan yang Allah khususkan sebagai madrasah ketakwaan. Allah Swt. berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Artinya:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Keberkahan Ramadhan hanya dapat diraih oleh mereka yang masuk ke dalamnya dengan kesiapan iman, ilmu, dan amal. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum perubahan akhlak dan pola hidup.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Rangkaian Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan mengajarkan kepada kita bahwa keberkahan tidak datang secara instan. Ia lahir dari proses, konsistensi, dan kesungguhan mendekat kepada Allah Swt.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا أيها المسلمون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله ما استطعتم، واعلموا أن أعمارنا مراحل، وأيامنا محطات.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Sekali lagi khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan itulah yang menjadi kunci keberkahan waktu dan umur.
Cara memperoleh keberkahan di tiga bulan mulia ini dapat dirangkum dalam tiga hal. Pertama, memperbaiki niat dan taubat yang sungguh-sungguh di bulan Rajab. Kedua, meningkatkan kualitas dan kuantitas amal di bulan Sya’ban. Ketiga, memaksimalkan ibadah dan menjaga akhlak di bulan Ramadhan.
Rasulullah Saw. bersabda:
مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
Artinya:
“Barang siapa terhalang dari kebaikan bulan Ramadhan, maka sungguh ia telah terhalang dari banyak kebaikan.” (HR. Ahmad)
Hadis ini menjadi peringatan agar kita tidak menyia-nyiakan rangkaian bulan mulia ini. Banyak orang hidup hingga Ramadhan, tetapi tidak mendapatkan keberkahannya karena hatinya tidak siap.
Jamaah sekalian,
Mari kita jadikan Rajab sebagai bulan kesadaran, Sya’ban sebagai bulan persiapan, dan Ramadhan sebagai bulan perubahan. Semoga Allah Swt. menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mampu memuliakan waktu dan diberi keberkahan dalam amal.
Sebelum khutbah ini ditutup, marilah kita berdoa:
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان، وبلغنا رمضان، وأعنا فيه على الصيام والقيام وتلاوة القرآن، واجعلنا من عبادك المتقين.
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, sampaikan kami ke bulan Ramadhan, tolonglah kami untuk berpuasa, shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang bertakwa.”
Baca Juga: Naskah Khutbah Jum’at: Mengantisipasi Perselingkuhan dalam Rumah Tangga
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi kepada kerabat, serta melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.” (QS. An-Nahl: 90)
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









