Akurat

Gelar Konferensi Internasional, Ketua ASAFI Tegaskan Peran Filsafat dalam Melahirkan Tokoh Bangsa

Lufaefi | 28 November 2025, 14:30 WIB
Gelar Konferensi Internasional, Ketua ASAFI Tegaskan Peran Filsafat dalam Melahirkan Tokoh Bangsa

AKURAT.CO Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam (ASAFI) menggelar International Conference bertema “Critical Discourse on Islamic Philosophy” di Kampus STAI Sadra, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti 50 peserta dari 25 perguruan tinggi di Indonesia.

Konferensi digelar bersamaan dengan Annual Meeting bertema “Sinergi Kurikulum dan Desain Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Menghadapi Tantangan Internasional dan Kompetisi Global”.

Ketua ASAFI, Prof. Dr. Kholid Al Walid, M.Ag., dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa tugas utama program studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) adalah melahirkan tokoh dan pemikir yang mampu menghadirkan gagasan baru bagi bangsa. Ia menilai bahwa prodi AFI memiliki mandat intelektual yang tidak sekadar pragmatis seperti program studi lain.

“Prodi ini tentu tidak menjanjikan sebagaimana prodi-prodi yang lain kesempatan pragmatis untuk bekerja sebagai karyawan, sebagai buruh, sebagai pekerja, tetapi prodi ini berupaya untuk menghasilkan tokoh dan pemikir,” ujarnya.

Baca Juga: STAI Sadra Jakarta Gelar Seminar Internasional, Gaungkan Filsafat Praktis untuk Masyarakat Islam Modern

Pria yang juga merupakan Guru Besar Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyebut bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang melahirkan pemikir besar, meski kini mulai kehilangan figur-figur yang dulu menjadi penggagas ide besar. Ia menegaskan bahwa filsafat merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban karena bangsa-bangsa yang kokoh selalu ditopang pemikiran filosofis.

“Kita tentu tidak ingin dan menolak bangsa ini menjadi bangsa budak, bangsa buruh, yang hanya fokus pada pandangan pragmatis untuk bekerja,” lanjutnya.

Ia juga menekankan bahwa moderasi beragama tidak mungkin tumbuh tanpa dasar pemikiran yang kuat. Menurutnya, pendekatan filsafat—yang logis, analitis, dan sistematis—merupakan basis penting untuk mengembangkan cara berpikir moderat di tengah tantangan global.

Sementara itu, Ketua Pelaksana konferensi, Irzum Farihah, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin ASAFI sejak 2017. Konferensi sempat terhenti pada 2020–2021 karena pandemi, namun kembali berlanjut sejak 2023 di berbagai kota.

“Alhamdulillah kembali mulai di tahun 2023 di Yogya, lalu di Lampung, Bandung, dan sekarang di Jakarta,” ucap Irzum.

Ia menambahkan bahwa ASAFI sebelumnya bernama AAFI, namun berganti nama karena alasan administratif. Menurutnya, perubahan tersebut tidak mengubah nilai maupun makna asosiasi.

Irzum juga menekankan bahwa tiap tahun ASAFI berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, baik nasional maupun internasional, serta membuka ruang dialog lebih luas melalui presentasi paper dan penelitian akademik.

Dalam paparannya, Irzum menjelaskan bahwa sub-tema konferensi tahun ini mencakup kajian metafisika, epistemologi, etika, filsafat Islam Indonesia, tradisi keilmuan, isu perempuan, perspektif komparatif, hingga relevansi Islam di era digital dan lingkungan hidup. Ia menilai forum ini bukan hanya ruang akademik, tetapi wadah mempertemukan gagasan dan memperluas jaringan ilmiah.

Baca Juga: Isu Jurusan Filsafat Dihapus, Ini 10 Kampus dengan Jurusan Filsafat Terbaik di Indonesia!

Prof. Kholid juga turut memaparkan perkembangan signifikan Prodi AFI secara nasional. Saat ini terdapat 30 jurnal AFI yang telah terakreditasi, termasuk satu jurnal yang terindeks Scopus. Selain itu, dari total 35 Prodi AFI, sebanyak 27 telah memperoleh akreditasi unggul, dan beberapa lainnya meraih akreditasi internasional. Ia menyebut capaian ini menunjukkan pertumbuhan serius dalam pengembangan keilmuan AFI di Indonesia.

Melalui ASAFI, berbagai webinar nasional dan internasional telah diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas akademik Prodi AFI. Pada pertemuan tahun ini, Prof. Kholid berharap kolaborasi penelitian, penguatan kurikulum, dan integrasi Tri Dharma dapat semakin solid menghadapi kompetisi global dan tantangan intelektual di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.