Percepatan Sertifikasi, Hadiah Kemenag di Hari Guru Nasional 2025

AKURAT.CO Hari Guru Nasional 2025 menjadi momentum penting bagi Kementerian Agama untuk mengumumkan capaian besar dalam peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru madrasah.
Di hadapan para pendidik pada acara Kick Off Hari Guru Nasional di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (18/11/2025), Menteri Agama Nasaruddin Umar memaparkan hasil akselerasi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang melonjak drastis sepanjang 2025.
Menurut data Kemenag, sebanyak 189.805 guru telah mengikuti PPG hingga tahap keempat. Angka ini mencerminkan kenaikan hampir 700 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya berkisar 29 ribu peserta.
Lompatan ini disebut sebagai langkah monumental dalam membangun profesionalisme dan standar mutu pendidik di lingkungan madrasah.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Haji 2025 Dilaporkan ke KPK, Nasaruddin Umar: Enggak Ada Masalah
Selain peningkatan kompetensi, Kemenag juga menaruh perhatian pada aspek kesejahteraan. Sepanjang 2025, sebanyak 216.500 guru non-ASN menerima bantuan insentif dengan total alokasi lebih dari Rp649 miliar.
Untuk wilayah 3T, terdapat 9.548 guru yang mendapatkan tunjangan khusus sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka di daerah-daerah yang lebih menantang.
Kemenag turut menaikkan tunjangan profesi bagi guru non-PNS dari sebelumnya Rp1,5 juta per bulan menjadi Rp2 juta per bulan. Kebijakan ini diposisikan sebagai komitmen lanjutan untuk memastikan penghargaan finansial yang lebih layak bagi para pendidik yang telah lama mengabdi.
Menag tidak menyembunyikan emosinya ketika berbicara di hadapan para guru. Ia menyebut bahwa kedekatannya dengan profesi guru bersifat personal, karena ia sendiri dibesarkan dalam keluarga pendidik.
Ayahnya adalah guru sekolah dasar, dan pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam tentang berat dan mulianya menjadi seorang guru.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran guru tidak berhenti pada kegiatan mengajar. Bagi Menag, pendidikan adalah proses pemuliaan jiwa.
Seorang guru, ujarnya, memandu murid bukan hanya untuk memahami pengetahuan, tetapi juga untuk menenangkan hati, menumbuhkan kebajikan, serta membangkitkan kesadaran tentang hubungan manusia dengan alam semesta.
Baca Juga: Ditjen Haji dan Umrah Kemenag Resmi Dibubarkan, Bagaimana Pegawai dan Asetnya?
Ia menutup dengan refleksi tentang cinta dalam pengabdian. Ketika seorang guru mengajar dengan cinta, ia sebenarnya sedang merawat kehidupan. Bukan hanya menerangkan pelajaran, tetapi menyalakan cahaya di batin para murid.
Melalui rangkaian program yang diumumkan ini, Kemenag ingin memastikan bahwa peringatan Hari Guru Nasional 2025 tidak hanya menjadi seremoni, tetapi momentum perubahan nyata bagi dunia pendidikan madrasah di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









