Akurat

Tanda-tanda Kiamat Sudah Dekat Bermunculan, Ini Menurut Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 3 November 2025, 06:58 WIB
Tanda-tanda Kiamat Sudah Dekat Bermunculan, Ini Menurut Islam

AKURAT.CO Fenomena mencairnya lapisan es di berbagai belahan dunia mulai menyingkap rahasia yang telah terkubur ribuan tahun lamanya. Para ilmuwan menemukan jejak kehidupan kuno, termasuk jasad manusia purba dan artefak prasejarah yang sebelumnya tersembunyi di bawah es.

Temuan ini membuat sebagian kalangan menyebutnya sebagai “tanda kiamat” yang makin nyata — bukan hanya dalam pengertian ilmiah, tetapi juga spiritual.

Laporan CNBC (1/11/2025) mencatat, efek pemanasan global akibat pembakaran bahan bakar fosil telah meningkatkan kadar karbon dioksida dan gas rumah kaca di atmosfer.

Dampaknya, temperatur bumi naik drastis dan menyebabkan pencairan es di kutub maupun pegunungan yang selama ribuan tahun membeku.

Di balik bencana ekologi ini, arkeolog justru menemukan “dunia lain” yang tersembunyi. Salah satu temuan terkenal adalah jasad manusia purba bernama Otzi yang ditemukan di pegunungan Alpen pada 1991.

Otzi menjadi saksi bisu kehidupan pada masa Neolitikum, ribuan tahun silam. Bahkan, material di sekitarnya — dari serat tanaman hingga peralatan kayu — masih terawetkan dengan sempurna.

Tak hanya di Eropa, penelitian serupa di Amerika Utara dan Asia juga menemukan bukti kehidupan manusia purba, termasuk alat berburu dan peralatan dari kayu yang berusia hingga 10.000 tahun.

Baca Juga: 7 Negara Tanpa Antrean Haji, Langsung Berangkat Tanpa Harus Menunggu Lama

Temuan di lapisan es Juvfonne, Norwegia, menunjukkan manusia sudah menggembalakan rusa kutub sekitar 6.000 tahun lalu. Para ilmuwan menyebut, pencairan es yang membuka rahasia sejarah ini adalah akibat langsung dari perubahan iklim ekstrem.

Namun, di luar penjelasan ilmiah, fenomena ini juga menimbulkan refleksi keagamaan. Dalam perspektif Islam, perubahan besar di alam semesta sering dikaitkan dengan tanda-tanda datangnya kiamat. Al-Qur’an telah mengingatkan manusia tentang masa ketika bumi akan berguncang dan struktur alam semesta terguncang hebat.

Allah berfirman dalam Surah Az-Zalzalah ayat 1–2: “Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya.” Para ulama tafsir menafsirkan bahwa “beban-beban bumi” bisa mencakup segala hal yang selama ini tersembunyi di dalamnya — baik berupa mayat, rahasia sejarah, maupun kekayaan alam yang terpendam.

Fenomena es yang mencair hingga menampakkan jasad manusia purba dan artefak kuno membuat ayat ini terasa semakin relevan. Alam seperti sedang “berbicara”, memperlihatkan sisa-sisa peradaban yang dulu musnah. Dalam pandangan Islam, ini bisa dimaknai sebagai isyarat agar manusia kembali merenungi keterbatasannya dan berhenti merusak bumi.

Rasulullah SAW dalam banyak hadis juga menegaskan bahwa menjelang kiamat, akan terjadi perubahan besar pada alam dan perilaku manusia. Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan, “Tidak akan datang kiamat hingga ilmu diangkat, gempa bumi banyak terjadi, waktu terasa singkat, fitnah muncul di mana-mana, dan harta melimpah ruah.”

Realitas saat ini tampak menunjukkan sebagian dari tanda-tanda itu. Gempa dan bencana alam semakin sering terjadi, waktu terasa cepat berlalu, dan kehidupan manusia didominasi oleh ambisi material. Pencairan es yang memperlihatkan masa lalu seolah menjadi peringatan bahwa bumi sudah menua, dan manusia semakin lalai menjaga keseimbangannya.

Dalam Islam, alam bukan benda mati. Ia makhluk Allah yang patuh pada perintah-Nya. Ketika bumi mengeluarkan isinya atau terjadi perubahan ekstrem, itu bagian dari zikir kosmik — seruan agar manusia sadar.

Ia menambahkan, perubahan iklim yang kini kian ekstrem adalah akibat langsung dari keserakahan manusia terhadap sumber daya alam. Dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41 disebutkan: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat dari perbuatan mereka, supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Ayat ini mempertegas bahwa setiap krisis ekologi bukan sekadar isu ilmiah, melainkan juga panggilan spiritual. Alam sedang memberi sinyal kepada manusia untuk bertobat, memperbaiki hubungan dengan bumi, dan berhenti menuhankan industri yang merusak ekosistem.

Fenomena “dunia lain” yang muncul dari balik lapisan es mungkin hanyalah sebagian kecil dari peringatan besar yang lebih luas. Ia menggambarkan bahwa waktu terus berjalan menuju akhir, dan setiap lapisan sejarah yang terbuka menjadi cermin bagi generasi modern yang kian jauh dari makna kehidupan.

Baca Juga: Arab Saudi Pangkas Masa Berlaku Visa Umrah dari 3 Bulan Jadi 30 Hari

Ketika sains dan iman bertemu di titik kesadaran yang sama, manusia akan memahami bahwa tanda-tanda kiamat bukan sekadar ramalan apokaliptik, tetapi juga seruan untuk bertanggung jawab. Bukan ketakutan yang dibutuhkan, melainkan kesadaran.

Karena sebagaimana disebut dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Jika kiamat terjadi sementara di tanganmu ada benih pohon, maka tanamlah.” Pesan ini menegaskan bahwa meskipun tanda-tanda akhir sudah bermunculan, tugas manusia tetap sama: memperbaiki, menjaga, dan berbuat kebaikan hingga detik terakhir kehidupan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.