5 Pesantren Terbesar di Indonesia dengan Jumlah Santri Terbanyak

AKURAT.CO Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Tak heran jika lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren tumbuh subur di berbagai wilayah, dari Sabang hingga Merauke. Pesantren tak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, kedisiplinan, dan moralitas.
Beberapa pesantren bahkan berkembang sangat pesat hingga memiliki puluhan ribu santri, menjadikannya lembaga pendidikan Islam terbesar di tanah air. Berikut lima pesantren yang dikenal memiliki jumlah santri terbanyak dan pengaruh besar dalam sejarah pendidikan Islam Indonesia.
1. Pondok Pesantren Lirboyo – Kediri, Jawa Timur
Didirikan pada tahun 1910 oleh KH Abdul Karim atau Mbah Manab, Pondok Pesantren Lirboyo dikenal sebagai pesantren salaf terbesar di Indonesia dengan jumlah santri lebih dari 40 ribu orang. Sistem pendidikannya berbasis kitab kuning, mengajarkan ilmu fikih, tauhid, tafsir, dan tasawuf secara mendalam.
Di bawah kepemimpinan KH M. Anwar Manshur dan para kiai lainnya, Lirboyo tetap mempertahankan tradisi klasik sembari beradaptasi dengan perubahan zaman. Pesantren ini menjadi salah satu pusat rujukan pendidikan Islam tradisional di Nusantara.
2. Pondok Pesantren Darussalam Gontor – Ponorogo, Jawa Timur
Pesantren ini dikenal sebagai pelopor sistem pendidikan modern di dunia pesantren. Didirikan pada 1926 oleh Trimurti Kiai—KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fanani, dan KH Imam Zarkasyi—Gontor menanamkan nilai disiplin, kemandirian, serta penguasaan bahasa Arab dan Inggris kepada para santrinya.
Baca Juga: Siapa Pemilik Shandika Widya Cinema? PH Xpose Uncensored Trans7 yang Singgung Pesantren Lirboyo
Kini, Gontor memiliki lebih dari 35 ribu santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Jaringannya yang luas membuat sistem pendidikan Gontor diadopsi di banyak pesantren cabang di seluruh Nusantara.
3. Pondok Pesantren Sidogiri – Pasuruan, Jawa Timur
Sebagai salah satu pesantren tertua di Indonesia, Sidogiri berdiri sejak tahun 1745. Pesantren ini memiliki lebih dari 20 ribu santri dan dikenal mandiri secara ekonomi dengan berbagai unit usaha, seperti Koperasi Sidogiri, BMT, hingga percetakan internal.
Sistem pendidikannya tetap berakar pada tradisi salaf dengan penekanan pada ilmu agama dan bahasa Arab. Keberhasilan Sidogiri dalam memadukan pendidikan dan kemandirian ekonomi menjadi contoh nyata pesantren yang berdaya secara spiritual dan finansial.
4. Pondok Pesantren Al-Falah Ploso – Kediri, Jawa Timur
Didirikan oleh KH Djazuli Utsman, pesantren ini dikenal dengan kekuatan tradisi hafalan Al-Qur’an dan pengajaran kitab kuning. Jumlah santrinya mencapai belasan ribu dan terus bertambah setiap tahun.
Al-Falah Ploso juga berperan penting sebagai pusat pengkaderan ulama. Banyak alumninya kini menjadi pengasuh pesantren dan tokoh agama di berbagai daerah, menjadikan pesantren ini salah satu pilar utama pendidikan Islam di Jawa Timur.
5. Pondok Pesantren Tebuireng – Jombang, Jawa Timur
Tebuireng didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari pada tahun 1899, yang kelak mendirikan Nahdlatul Ulama (NU). Pesantren ini menjadi tempat lahirnya banyak tokoh besar bangsa dan ulama terkemuka.
Jumlah santri Tebuireng kini mencapai belasan ribu, mencakup santri mukim dan non-mukim. Selain pendidikan agama, Tebuireng juga memiliki sekolah formal mulai dari SMP hingga perguruan tinggi, yang menjadikannya lembaga pendidikan Islam dengan kombinasi tradisi klasik dan sistem modern.
Baca Juga: KH Anwar Manshur: Ulama Sepuh Lirboyo, Penjaga Tradisi dan Moral Bangsa
Pesantren-pesantren besar seperti Lirboyo, Sidogiri, Tebuireng, Al-Falah Ploso, dan Gontor telah membuktikan bahwa pendidikan Islam bukan hanya tempat belajar kitab, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan peradaban.
Dari lembaga-lembaga inilah lahir para ulama, pendidik, dan tokoh bangsa yang berperan penting dalam membangun kehidupan keagamaan dan kebangsaan Indonesia.
Pesantren bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi juga simbol keteguhan spiritual dan kemandirian umat. Dari pesantren, cahaya ilmu dan moralitas terus menyala, menerangi perjalanan bangsa menuju masa depan yang beradab dan beriman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









