Akurat

Jika Palestina Merdeka Kiamat Semakin Dekat? Ini Jawaban Ilmiah dan Logisnya

Lufaefi | 19 Oktober 2025, 11:02 WIB
Jika Palestina Merdeka Kiamat Semakin Dekat? Ini Jawaban Ilmiah dan Logisnya

AKURAT.CO Pertanyaan seperti “apakah jika Palestina merdeka maka kiamat semakin dekat?” sering muncul di tengah masyarakat, terutama setelah melihat situasi konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.

Banyak yang mencoba menghubungkan peristiwa geopolitik dengan tanda-tanda akhir zaman, lalu menarik kesimpulan bahwa kemerdekaan Palestina bisa jadi penanda datangnya kiamat.

Namun, pandangan seperti itu perlu ditelaah secara ilmiah, logis, dan sesuai dengan metodologi pemahaman agama yang benar.

Pertama, secara teologis, tanda-tanda kiamat dibagi menjadi dua: tanda kecil (ash-shughra) dan tanda besar (al-kubra). Tanda-tanda kecil sudah banyak terjadi — seperti meningkatnya kejahatan, rusaknya moral, atau banyaknya peperangan — tetapi tidak ada satupun hadis sahih yang secara eksplisit menyebut “kemerdekaan Palestina” sebagai penanda kiamat. Yang disebut dalam hadis adalah “penaklukan Baitul Maqdis” oleh kaum Muslimin.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

« عُدُّوا سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِي، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ... »

Artinya:
“Hitunglah enam perkara sebelum datangnya kiamat: wafatku, kemudian penaklukan Baitul Maqdis (Yerusalem)...” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Baca Juga: Benarkah Jika Palestina Merdeka Kiamat Semakin Dekat? Ini Jawaban Hadis Nabi

Menurut para sejarawan Islam, penaklukan Baitul Maqdis ini telah terjadi pada masa Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 637 M, lebih dari 13 abad yang lalu.

Artinya, tanda yang disebut Nabi itu sudah berlalu jauh sebelum masa sekarang. Jadi, mengaitkan kemerdekaan Palestina modern dengan kiamat tidak memiliki dasar hadis yang kuat.

Kedua, dari sudut pandang ilmiah, setiap peristiwa politik seperti konflik Israel–Palestina adalah hasil dari faktor sosial, ekonomi, kolonial, dan ideologi yang kompleks, bukan fenomena metafisik.

Persoalan Palestina lahir dari kolonialisme, perampasan tanah, dan konflik identitas yang dimulai sejak awal abad ke-20.

Jika Palestina suatu hari merdeka, itu akan menjadi hasil perjuangan politik dan kemanusiaan — bukan tanda alam semesta menuju akhir zaman.

Ketiga, secara logis, Islam tidak mendorong umatnya untuk berspekulasi tentang kapan kiamat akan terjadi. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

« يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا، قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي »

Artinya:
“Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat: ‘Kapan terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang itu hanya di sisi Tuhanku.’” (QS. Al-A’raf [7]: 187).

Ayat ini menunjukkan bahwa waktu kiamat adalah rahasia ilahi, di luar jangkauan prediksi manusia. Maka, menghubungkan peristiwa dunia, seperti kemenangan politik atau kemerdekaan suatu bangsa, dengan datangnya kiamat adalah bentuk simplifikasi yang tidak berdasar secara epistemologis.

Keempat, secara rasional, pandangan bahwa “kemerdekaan Palestina = kiamat semakin dekat” juga tidak konsisten secara moral. Jika umat Islam meyakini bahwa pembebasan Palestina akan mempercepat kiamat, maka secara tidak sadar pandangan itu justru bisa melemahkan semangat solidaritas dan perjuangan kemanusiaan. Padahal Islam memerintahkan untuk terus menegakkan keadilan hingga akhir hayat. Rasulullah bersabda:

« إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمُ الْفَسِيلَةُ فَلْيَغْرِسْهَا »

Artinya:
“Apabila kiamat telah tegak, sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit tanaman, maka tanamlah ia.” (HR. Ahmad).

Hadis ini menggambarkan pesan yang sangat kuat: bahkan jika kiamat benar-benar sudah tiba, manusia tetap diperintahkan untuk berbuat baik dan produktif. Logika yang ditawarkan Islam bukan fatalistik (pasrah menunggu akhir), tetapi proaktif — terus berbuat kebaikan meski dunia hampir berakhir.

Baca Juga: Romo Muhammad Syafii Resmi Nikahi Maya Suhasni Siregar, Berapa Selisih Umurnya?

Jadi, secara ilmiah, hadis tentang penaklukan Baitul Maqdis tidak relevan untuk menafsirkan isu politik modern tentang Palestina. Secara logis, kemerdekaan Palestina justru harus dipahami sebagai kemenangan nilai kemanusiaan dan keadilan, bukan sebagai pertanda kehancuran dunia.

Dengan demikian, jawaban ilmiah dan logis atas pertanyaan ini adalah: tidak, kemerdekaan Palestina tidak membuat kiamat semakin dekat. Kiamat adalah domain Tuhan, bukan hasil dari peristiwa politik manusia.

Yang seharusnya dekat adalah kesadaran moral umat Islam untuk membela kebenaran, memperjuangkan kemerdekaan, dan menegakkan perdamaian — sebab semua itu adalah bentuk nyata dari kesiapan menghadapi hari akhir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.