Akurat

Di Bawah Presiden Baru, Suriah Ingin Belajar Islam Moderat dan Pancasila dari Indonesia

Fajar Rizky Ramadhan | 10 Oktober 2025, 05:58 WIB
Di Bawah Presiden Baru, Suriah Ingin Belajar Islam Moderat dan Pancasila dari Indonesia

AKURAT.CO Pemerintah Suriah di bawah kepemimpinan Presiden baru menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari praktik Islam moderat dan nilai-nilai Pancasila dari Indonesia. Hal ini disampaikan dalam kunjungan resmi delegasi Suriah ke Jakarta pada Kamis (9/10/2025).

Duta Besar Republik Arab Suriah untuk Indonesia, Mohammad Khair Al-Fahham, mengatakan bahwa pemerintah Suriah melihat Indonesia sebagai contoh negara mayoritas Muslim yang mampu mengelola keragaman dengan damai melalui prinsip Islam wasathiyah (moderat) dan ideologi Pancasila.

“Kami sangat mengagumi cara Indonesia menjaga persatuan dalam perbedaan. Nilai Islam moderat dan Pancasila adalah kombinasi unik yang layak dipelajari oleh negara-negara lain, termasuk Suriah,” ujar Al-Fahham di Jakarta.

Baca Juga: MUI Ajak Bangsa Indonesia Tolak Normalisasi dengan Israel dan Tegaskan Dukungan bagi Palestina

Ia juga menuturkan, Suriah sedang berupaya melakukan rekonsiliasi nasional dan pembangunan kembali setelah lebih dari satu dekade konflik. Dalam proses tersebut, pendekatan moderasi beragama dan pendidikan toleransi menjadi prioritas pemerintah baru di Damaskus.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyambut positif rencana kerja sama ini. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Abdul Kadir Jailani, menyebutkan bahwa Indonesia siap mendukung penguatan kapasitas Suriah di bidang pendidikan, dakwah moderat, dan pembangunan sosial keagamaan.

“Kita akan menjajaki kerja sama pelatihan ulama, pendidikan Islam moderat, dan studi Pancasila untuk lembaga-lembaga keagamaan Suriah. Ini adalah bagian dari diplomasi soft power Indonesia di dunia Islam,” kata Abdul Kadir.

Kerja sama ini dipandang sebagai langkah penting dalam mempererat hubungan kedua negara yang sempat merenggang akibat konflik internal Suriah. Selain dalam bidang keagamaan, kedua negara juga tengah membahas peluang kolaborasi ekonomi, rekonstruksi, serta sektor pendidikan tinggi.

Menurut para pengamat, ketertarikan Suriah terhadap model Islam Indonesia menunjukkan pengakuan internasional atas keberhasilan Indonesia dalam membangun peradaban Islam yang damai, terbuka, dan kontekstual dengan zaman.

Baca Juga: Suami Wajib Tahu! Begini Cara Islam Mengatur Harta dan Hak Istri

“Indonesia sudah lama menjadi laboratorium Islam moderat dunia. Kalau Suriah ingin belajar ke sini, itu berarti pengakuan terhadap kontribusi besar Indonesia dalam menyebarkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin,” kata dosen hubungan internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Dinna Rosdiana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.