Di Bawah Presiden Baru, Suriah Ingin Belajar Islam Moderat dan Pancasila dari Indonesia

AKURAT.CO Pemerintah Suriah di bawah kepemimpinan Presiden baru menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari praktik Islam moderat dan nilai-nilai Pancasila dari Indonesia. Hal ini disampaikan dalam kunjungan resmi delegasi Suriah ke Jakarta pada Kamis (9/10/2025).
Duta Besar Republik Arab Suriah untuk Indonesia, Mohammad Khair Al-Fahham, mengatakan bahwa pemerintah Suriah melihat Indonesia sebagai contoh negara mayoritas Muslim yang mampu mengelola keragaman dengan damai melalui prinsip Islam wasathiyah (moderat) dan ideologi Pancasila.
“Kami sangat mengagumi cara Indonesia menjaga persatuan dalam perbedaan. Nilai Islam moderat dan Pancasila adalah kombinasi unik yang layak dipelajari oleh negara-negara lain, termasuk Suriah,” ujar Al-Fahham di Jakarta.
Baca Juga: MUI Ajak Bangsa Indonesia Tolak Normalisasi dengan Israel dan Tegaskan Dukungan bagi Palestina
Ia juga menuturkan, Suriah sedang berupaya melakukan rekonsiliasi nasional dan pembangunan kembali setelah lebih dari satu dekade konflik. Dalam proses tersebut, pendekatan moderasi beragama dan pendidikan toleransi menjadi prioritas pemerintah baru di Damaskus.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyambut positif rencana kerja sama ini. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Abdul Kadir Jailani, menyebutkan bahwa Indonesia siap mendukung penguatan kapasitas Suriah di bidang pendidikan, dakwah moderat, dan pembangunan sosial keagamaan.
“Kita akan menjajaki kerja sama pelatihan ulama, pendidikan Islam moderat, dan studi Pancasila untuk lembaga-lembaga keagamaan Suriah. Ini adalah bagian dari diplomasi soft power Indonesia di dunia Islam,” kata Abdul Kadir.
Kerja sama ini dipandang sebagai langkah penting dalam mempererat hubungan kedua negara yang sempat merenggang akibat konflik internal Suriah. Selain dalam bidang keagamaan, kedua negara juga tengah membahas peluang kolaborasi ekonomi, rekonstruksi, serta sektor pendidikan tinggi.
Menurut para pengamat, ketertarikan Suriah terhadap model Islam Indonesia menunjukkan pengakuan internasional atas keberhasilan Indonesia dalam membangun peradaban Islam yang damai, terbuka, dan kontekstual dengan zaman.
Baca Juga: Suami Wajib Tahu! Begini Cara Islam Mengatur Harta dan Hak Istri
“Indonesia sudah lama menjadi laboratorium Islam moderat dunia. Kalau Suriah ingin belajar ke sini, itu berarti pengakuan terhadap kontribusi besar Indonesia dalam menyebarkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin,” kata dosen hubungan internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Dinna Rosdiana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag









