Akurat

Ramai Kasus Keracunan MBG, Ini Pesan Islam untuk Para SPPG Makan Bergizi Gratis

Fajar Rizky Ramadhan | 29 September 2025, 19:20 WIB
Ramai Kasus Keracunan MBG, Ini Pesan Islam untuk Para SPPG Makan Bergizi Gratis

AKURAT.CO Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung Barat dan Garut membuat publik gempar. Ribuan pelajar yang seharusnya mendapat asupan sehat justru tumbang karena terpapar bakteri.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius tentang sistem penyelenggara program MBG, khususnya peran SPPG (Satuan Penyelenggara Program Gizi) yang bertugas memastikan keamanan dan kelayakan makanan.

Dalam perspektif Islam, menyediakan makanan bagi orang lain, apalagi untuk anak-anak dan pelajar, adalah amal mulia. Namun, tanggung jawab moral dan spiritual yang menyertainya juga sangat besar. Maka penting untuk merefleksikan pesan-pesan Islam dalam menjaga amanah ini.

Amanah Memberi Makan

Memberi makan adalah salah satu amal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi, dan shalatlah di malam hari ketika manusia tidur, maka kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah)

Namun, memberi makan bukan sekadar soal berbagi, melainkan juga memastikan makanan tersebut halal, baik, bergizi, dan aman. Para SPPG memikul amanah ini agar niat baik tidak berubah menjadi mudarat.

Baca Juga: Viral Siswa Keracunan MBG, Ini Tips Islam dalam Mengkonsumsi Makanan

Pesan Islam untuk Para Penyelenggara MBG

1. Pastikan Kebersihan dan Kualitas

Islam menekankan thaharah (kebersihan) dalam segala aspek kehidupan. Dalam konteks MBG, mulai dari dapur, bahan makanan, hingga distribusi, semuanya harus dipastikan steril dan sesuai standar kesehatan. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersih.” (HR. Tirmidzi)

2. Utamakan Makanan Halalan Thayyiban

Allah SWT berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ
(QS. Al-Baqarah: 172)

Artinya: “Wahai orang-orang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.”

SPPG tidak cukup hanya memenuhi aspek “bergizi”, tapi juga harus menjamin halal dan thayyib (baik, sehat, aman).

3. Profesional dan Bertanggung Jawab

Islam sangat menekankan etos kerja profesional. Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang apabila bekerja, ia menyempurnakannya.” (HR. Thabrani)

Dalam konteks MBG, artinya SPPG wajib bekerja dengan standar tinggi, mulai dari pengadaan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi, sehingga kualitas makanan benar-benar terjaga.

4. Jangan Meremehkan “Sedikit Kelalaian”

Keracunan bisa terjadi karena kelalaian kecil, misalnya penyimpanan yang tidak tepat atau proses distribusi yang lambat. Dalam Islam, setiap amanah sekecil apapun akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah SAW bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari-Muslim)

5. Sertai Niat dengan Keikhlasan

Program MBG harus dijalankan dengan niat tulus untuk memberi manfaat, bukan sekadar formalitas proyek. Keikhlasan inilah yang menjadikan program penuh berkah dan terhindar dari dampak buruk.

Baca Juga: Viral Isu Kenaikan Gaji PNS Oktober 2025, Apa Saja Hak Pekerja dalam Islam?

Kesimpupannya, kasus keracunan MBG menjadi tamparan keras bagi para penyelenggara, terutama SPPG, untuk lebih berhati-hati. Islam mengajarkan bahwa memberi makan adalah ibadah, tetapi amanah ini menuntut profesionalisme, kebersihan, kehalalan, dan tanggung jawab penuh.

Dengan meneladani pesan-pesan Islam, program Makan Bergizi Gratis bisa benar-benar membawa manfaat, bukan mudarat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.