Akurat

Viral Siswa Keracunan MBG, Ini Tips Islam dalam Mengkonsumsi Makanan

Fajar Rizky Ramadhan | 29 September 2025, 19:15 WIB
Viral Siswa Keracunan MBG, Ini Tips Islam dalam Mengkonsumsi Makanan

AKURAT.CO Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung Barat dan Garut baru-baru ini ramai menjadi sorotan publik. Ribuan pelajar mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan yang seharusnya menjadi asupan sehat.

Kejadian ini kembali mengingatkan kita bahwa dalam Islam, soal makanan tidak hanya perkara mengenyangkan perut, tetapi juga soal adab, kebersihan, serta keberkahan.

Islam Sangat Menekankan Kualitas Makanan

Al-Qur’an berulang kali menyebutkan pentingnya mengonsumsi makanan yang halal dan baik (halalan thayyiban). Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
(QS. Al-Baqarah: 168)

Artinya: “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”

Ayat ini menegaskan dua standar penting: halal secara syariat dan baik secara kesehatan. Tidak cukup hanya halal, tetapi juga harus higienis, bergizi, dan tidak membahayakan tubuh.

Baca Juga: Viral Isu Kenaikan Gaji PNS Oktober 2025, Apa Saja Hak Pekerja dalam Islam?

Tips Islam dalam Mengonsumsi Makanan

Berangkat dari peristiwa keracunan MBG, ada beberapa tuntunan Islam yang bisa menjadi panduan agar umat muslim lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi makanan:

1. Pilih Makanan Halal dan Thayyib

Halal bukan hanya dari sisi zat, tapi juga cara mendapatkannya. Sedangkan thayyib berarti sehat, bersih, bergizi, dan tidak membahayakan tubuh. Nabi SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim)

2. Perhatikan Kebersihan dan Kelayakan

Islam sangat menekankan kebersihan. Rasulullah SAW bersabda:
“Bersucilah kalian, karena kebersihan itu bagian dari iman.” (HR. Tirmidzi)
Makanan yang disiapkan tanpa memperhatikan kebersihan rawan menimbulkan penyakit, seperti yang terjadi pada kasus MBG.

3. Makan Secukupnya, Jangan Berlebihan

Keracunan seringkali diperparah oleh pola makan yang tidak terkontrol. Rasulullah SAW mengajarkan pola seimbang:
“Tidaklah manusia memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR. Tirmidzi)

4. Hindari Makanan Syubhat

Jika ada keraguan tentang kebersihan atau asal-usul makanan, lebih baik ditinggalkan. Rasulullah SAW bersabda:
“Yang halal sudah jelas, yang haram sudah jelas, dan di antara keduanya ada perkara syubhat (samar) yang tidak banyak orang mengetahuinya. Barangsiapa menjaga diri dari syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya.” (HR. Bukhari-Muslim)

5. Awali dengan Doa dan Akhiri dengan Syukur

Setiap makanan yang masuk ke tubuh harus disertai doa agar menjadi berkah dan terhindar dari mudarat. Nabi SAW bersabda:
“Apabila salah seorang dari kalian makan, maka ucapkanlah bismillah. Jika lupa, maka ucapkanlah: Bismillahi awwalahu wa akhirahu.” (HR. Abu Dawud)

Baca Juga: Hukum Menuntut Kenaikan Gaji dalam Islam

Kesimpulannya, kasus keracunan MBG menjadi pelajaran penting bahwa makanan bukan sekadar kebutuhan biologis, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek spiritual, kesehatan, dan keberkahan.

Islam sudah memberikan panduan jelas: makanlah yang halal, thayyib, bersih, dan secukupnya. Dengan mengikuti tuntunan ini, umat muslim tidak hanya menjaga kesehatan jasmani, tetapi juga meraih ridha Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.