7 Solusi Islam agar Korupsi di Indonesia Segera Hilang

AKURAT.CO Korupsi adalah salah satu penyakit bangsa yang paling kronis di Indonesia. Hampir setiap tahun, kasus korupsi muncul dengan pelaku dari berbagai kalangan: pejabat, politisi, aparat, hingga dunia usaha.
Meski aparat penegak hukum berupaya melakukan pemberantasan, praktik ini seolah tidak ada habisnya.
Dalam pandangan Islam, korupsi termasuk perbuatan dosa besar karena merusak amanah, keadilan, dan kepercayaan masyarakat.
Maka, solusi untuk menghilangkan korupsi tidak hanya bersifat hukum, tetapi juga menyentuh aspek spiritual, moral, dan sosial. Berikut tujuh solusi Islam agar korupsi di Indonesia segera hilang.
Pertama, memperkuat kesadaran iman dan takut kepada Allah. Seorang Muslim harus yakin bahwa setiap perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban. Allah Swt. berfirman:
﴿وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ﴾
“Tahanlah mereka (di padang mahsyar), sesungguhnya mereka akan ditanya.” (QS. Ash-Shaffāt: 24)
Kesadaran eskatologis ini menumbuhkan rasa takut untuk melakukan korupsi, sebab meskipun berhasil lolos dari jerat hukum dunia, ia tidak akan lolos dari pengadilan Allah di akhirat.
Kedua, menanamkan budaya amanah sejak dini. Amanah adalah inti ajaran Islam. Rasulullah Saw. pernah bersabda:
«لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ»
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah.” (HR. Ahmad)
Korupsi adalah pengkhianatan terhadap amanah. Maka pendidikan amanah harus dimulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan masyarakat.
Ketiga, memberi teladan kepemimpinan yang bersih. Dalam Islam, pemimpin adalah figur moral yang akan diikuti rakyat. Rasulullah Saw. bersabda:
«كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Jadi Negara Muslim Terbesar, Kenapa Korupsi di Indonesia Sulit Dihilangkan?
Jika pemimpin menampilkan sikap jujur dan anti-korupsi, maka rakyat akan lebih mudah meneladani. Sebaliknya, jika pemimpin justru menjadi pelaku, korupsi akan terus dianggap wajar.
Keempat, penegakan hukum yang adil dan konsisten. Sejarah Islam mencatat ketegasan Khalifah Umar bin Khattab dalam menindak pejabat yang menyalahgunakan jabatan, bahkan meski itu adalah sahabat dekatnya. Islam menuntut hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Allah Swt. berfirman:
﴿وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ﴾
“Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia maka tetapkanlah dengan adil.” (QS. An-Nisā’: 58)
Tanpa keadilan hukum, korupsi hanya akan semakin merajalela.
Kelima, membangun kontrol sosial masyarakat. Islam mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar sebagai mekanisme sosial. Rasulullah Saw. bersabda:
«مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ»
“Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mencegah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)
Korupsi adalah kemungkaran besar. Jika masyarakat diam dan permisif, praktik ini akan terus tumbuh subur.
Keenam, menghidupkan kesederhanaan dan mengendalikan nafsu dunia. Korupsi sering muncul dari kerakusan terhadap harta dan jabatan. Islam mendorong hidup sederhana dan merasa cukup. Rasulullah Saw. bersabda:
«لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ»
“Kekayaan itu bukan karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika mental pejabat dan masyarakat terdidik untuk qana’ah, godaan korupsi akan jauh berkurang.
Ketujuh, memperkuat pendidikan agama yang berorientasi pada akhlak. Pendidikan Islam tidak boleh berhenti pada aspek ritual, tetapi harus membentuk karakter jujur, adil, dan amanah.
Korupsi adalah tanda adanya jurang antara pengetahuan agama dan praktik kehidupan. Dengan pendidikan akhlak yang benar, ajaran Islam akan hidup dalam perilaku, bukan hanya dalam simbol.
Baca Juga: Kenapa Korupsi di Indonesia Sulit Diberantas? Ini Jawaban Islam
Tujuh solusi ini menegaskan bahwa Islam tidak hanya mengutuk korupsi sebagai perbuatan tercela, tetapi juga menawarkan jalan keluar yang konkret.
Jika diterapkan secara konsisten, mulai dari individu hingga negara, korupsi bukan hanya bisa dikurangi, tetapi benar-benar dihilangkan.
Indonesia yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia seharusnya mampu menjadi teladan dunia dalam membangun pemerintahan yang bersih, adil, dan amanah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










