PBNU Desak KPK Bongkar Peran Khalid Basalamah dalam Skandal Kuota Haji Rp 1 Triliun

AKURAT.CO Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Abdul Muhaimin, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan keterlibatan Ustaz Khalid Basalamah dalam kasus korupsi pembagian kuota haji 2023–2024.
Menurut Abdul, KPK harus menelusuri ada atau tidaknya unsur niat jahat (mens rea) dari pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour) sekaligus Ketua Umum Asosiasi Mutiara Haji itu.
“Ada mens rea-nya harus sampai di sana,” tegas Abdul saat ditemui wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2025).
Ia menegaskan, meski Khalid telah mengembalikan uang ke KPK, hal itu tidak otomatis menghapus dugaan tindak pidana. “Mengembalikan uang kan tidak mengembalikan proses hukum,” ujarnya.
PBNU meminta KPK tak ragu menindak Khalid bersama 13 asosiasi dan sekitar 400 biro travel haji jika terbukti terlibat dalam praktik jual beli kuota.
Baca Juga: Usut Korupsi Kuota Haji, KPK Cecar Eks Bendahara Amphuri Soal Pertemuan dengan Gus Yaqut
Sementara itu, Khalid Basalamah sebelumnya mengaku hanya sebagai jemaah yang menjadi korban. Ia menyebut awalnya berangkat dengan skema furoda, namun kemudian ditawari menggunakan kuota haji khusus.
“Kami tadinya semua furoda, lalu ditawarkan menggunakan visa resmi, kuota resmi,” kata Khalid.
KPK sendiri telah menaikkan kasus kuota haji tambahan 2024 ke tahap penyidikan. Meski belum menetapkan tersangka, penyidik sudah melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap sejumlah pihak, menggeledah rumah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, kantor travel haji, hingga pejabat Kemenag.
Kasus ini bermula dari penyimpangan pembagian 20.000 kuota tambahan. Kuota yang seharusnya 92% untuk haji reguler dan 8% untuk haji khusus, justru dibagi rata 50:50. Akibatnya, KPK memperkirakan kerugian negara menembus Rp 1 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









