Akurat

Hukum Mengucapkan Ucapan Selamat Ulang Tahun dalam Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 10 September 2025, 11:16 WIB
Hukum Mengucapkan Ucapan Selamat Ulang Tahun dalam Islam

AKURAT.CO Perayaan ulang tahun telah menjadi bagian dari budaya modern di banyak masyarakat, termasuk di kalangan umat Islam.

Meski demikian, pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana Islam memandang ucapan selamat ulang tahun. Apakah hal tersebut diperbolehkan atau justru dilarang?

Jawaban atas pertanyaan ini memerlukan pendekatan yang hati-hati dengan mempertimbangkan sumber ajaran Islam, yakni Al-Qur’an, hadis, serta pandangan para ulama.

Islam pada dasarnya tidak mengenal perayaan ulang tahun dalam syariat yang baku. Tidak ada satu ayat maupun hadis yang secara eksplisit memerintahkan atau melarang peringatan hari lahir.

Karena itu, hukum mengucapkan selamat ulang tahun masuk dalam ranah ijtihadi, yaitu wilayah yang ditentukan berdasarkan pertimbangan para ulama dan keadaan masyarakat.

Sebagian ulama berpendapat bahwa ucapan ulang tahun tidak termasuk perkara ibadah mahdhah, melainkan adat kebiasaan (muamalah). Kaidah dalam usul fikih menyatakan:

الأصل في الأشياء الإباحة حتى يدل الدليل على التحريم

“Hukum asal dari segala sesuatu adalah boleh, sampai ada dalil yang menunjukkan keharamannya.”

Baca Juga: 50 Ucapan Ulang Tahun dalam Islam, Penuh Makna dan Islami

Berdasarkan kaidah ini, mengucapkan selamat ulang tahun pada dasarnya boleh selama tidak mengandung unsur yang diharamkan, seperti syirik, tasyabbuh bil kuffar (menyerupai tradisi non-Islam dalam hal akidah), atau mengandung kemaksiatan.

Ucapan tersebut bisa menjadi doa dan ungkapan kasih sayang yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa itu adalah ibadah.” (HR. At-Tirmidzi)

Dengan demikian, apabila ucapan selamat ulang tahun berisi doa kebaikan, maka hal itu justru bernilai ibadah. Misalnya dengan mengucapkan, “Semoga Allah memberikan umur yang berkah, kesehatan, dan keteguhan iman.” Doa seperti ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan saling mendoakan antar sesama muslim.

Namun, sebagian ulama yang lebih ketat memandang bahwa perayaan ulang tahun adalah tradisi yang tidak dikenal dalam Islam generasi awal. Karena itu, mereka cenderung menghindarinya agar tidak termasuk dalam bid’ah.

Meski demikian, sikap ini biasanya lebih menekankan pada aspek perayaan, bukan semata ucapan. Perayaan ulang tahun yang berlebihan, bercampur dengan kemaksiatan, atau meniru tradisi agama lain jelas tidak sesuai dengan prinsip Islam.

Dalam konteks ini, ucapan ulang tahun hendaknya ditempatkan secara proporsional. Ia tidak boleh menggeser nilai syukur yang seharusnya ditujukan langsung kepada Allah atas nikmat usia.

Setiap kali bertambah umur, seorang muslim seharusnya lebih banyak mengingat kematian dan memohon agar sisa usia diberkahi. Al-Qur’an mengingatkan dalam surah Al-Munafiqun ayat 10:

فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِيْٓ إِلٰىٓ أَجَلٍ قَرِيْبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

“Maka berkatalah seseorang: ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?’”

Ayat ini menegaskan pentingnya memanfaatkan umur untuk amal saleh, bukan sekadar bersenang-senang.

Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa hukum mengucapkan ucapan selamat ulang tahun dalam Islam bersifat mubah (boleh), dengan catatan isi ucapannya berupa doa kebaikan dan tidak melanggar syariat.

Ucapan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, menyebarkan doa, dan menumbuhkan rasa kasih sayang. Namun, jika ucapan itu disertai keyakinan yang keliru, perayaan berlebihan, atau praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam, maka hukumnya berubah menjadi makruh atau haram.

Baca Juga: Apa Saja Tujuan Perkawinan Menurut Agama Islam?

Dengan memahami hal ini, seorang muslim dapat bersikap bijak. Mengucapkan selamat ulang tahun dapat dilakukan dengan sederhana, menjadikan doa sebagai inti, dan mengingatkan bahwa bertambah usia berarti semakin dekat dengan akhir perjalanan hidup.

Sikap inilah yang menjadikan tradisi modern tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan syukur, doa, dan amal saleh.

Wallahu A'lam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.