Akurat

Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah, Dzikir Singkat dengan Makna Tak Terbatas

Eko Krisyanto | 7 September 2025, 23:45 WIB
Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah, Dzikir Singkat dengan Makna Tak Terbatas

AKURAT.CO Kalimat laa haula wa laa quwwata illa billah mungkin sudah akrab di telinga kita. Ia hadir dalam doa, ibadah shalat, bahkan spontan terucap ketika seseorang menghadapi cobaan.

Meski singkat, dzikir ini menyimpan lautan makna. Rasulullah SAW bahkan menyebutnya sebagai kekayaan yang tersimpan di surga.

Artikel ini akan mengajak Anda menyelami arti, makna, keutamaan, dan cara mengamalkan dzikir ini, agar tidak hanya menjadi rangkaian kata, tapi juga sumber kekuatan hidup.

Secara sederhana, frasa ini berarti: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah SWT.”

Jika diurai:

  • Laa haula → manusia tidak memiliki kekuatan untuk menjauhi keburukan.

  • Walaa quwwata → manusia tidak punya kemampuan untuk melakukan kebaikan.

  • Illa billah → semua itu hanya mungkin dengan izin Allah SWT.

Imam Nawawi menegaskan, dzikir ini mengingatkan bahwa setiap langkah—baik menjauhi dosa maupun menjalankan ibadah—semata-mata karena kuasa Allah (NU Online Jatim, 2023).

Keutamaan Dzikir Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah

Dzikir ini disebut-sebut dalam banyak hadis sahih. Beberapa keutamaannya:

Baca Juga: 50 Kata Bijak Ustadz Adi Hidayat: Penyejuk Hati dan Pengingat Hidup

  1. “Simpanan kekayaan surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  2. Obat hati dan jiwa. Disebut bisa mengobati 99 penyakit, yang paling ringan adalah rasa cemas (HR. Ibnu Abi ad-Dunya).

  3. Respon terbaik saat azan. Nabi menganjurkan bacaan ini ketika mendengar seruan hayya ‘ala shalah dan hayya ‘ala falah (HR. Muslim).

Selain itu, para ulama juga menegaskan:

  • Membawa ketenangan hati.

  • Melatih sikap tawakal.

  • Menjadikan kita rendah hati, karena sadar semua urusan bergantung pada Allah.

Dzikir ini langsung diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabat.

  • Abu Musa al-Asy’ari meriwayatkan sabda Nabi: “Ucapan laa haula wa laa quwwata illa billah adalah simpanan dari surga.”

  • Para ulama setelahnya memperkuat makna ini. Ibnu Hajar al-Asqalani menafsirkan sebagai bentuk penyerahan total, sementara Imam al-Munawi menyebutnya inti dari tawakal (Rumaysho, 2024).

Kapan Waktu Terbaik untuk Membaca?

Sebenarnya dzikir ini bisa dibaca kapan saja. Namun, ada momen-momen yang sangat dianjurkan:

  • Saat mendengar azan, khususnya pada seruan shalat dan falah.

  • Dalam shalat, terutama ketika bangkit dari rukuk.

  • Setelah shalat fardhu sebagai bagian dari dzikir harian.

  • Saat mendapat kabar mengejutkan atau musibah.

  • Ketika hati gelisah, marah, atau merasa tak berdaya.

Tidak Terikat Tempat

Dzikir ini fleksibel. Bisa dibaca di mana saja:

Baca Juga: Jam Berapa Gerhana Bulan Total di Indonesia? Cek Jadwal Sekarang Juga!

  • Di masjid, rumah, tempat kerja, atau saat perjalanan.

  • Bahkan dalam hati, jika lisan tak sempat mengucapkan.

Kesederhanaannya adalah kekuatannya—mudah diingat, mudah diucapkan, tapi manfaatnya luar biasa.

Cara Mengamalkan dalam Kehidupan

Bacaan Arab dan Latin

اللَّهُ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Lā haula wa lā quwwata illā billāh.

Ada pula riwayat tambahan: billāhil ‘aliyyil ‘aẓīm (dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung).

Langkah Praktis

  1. Jadikan bacaan rutin setelah shalat wajib.

  2. Ucapkan di pagi dan sore sebagai dzikir harian.

  3. Gunakan sebagai doa spontan saat menghadapi kesulitan.

  4. Responi azan dengan bacaan ini sesuai sunnah.

Tips Agar Lebih Bermakna

  • Pahami arti kata per kata.

  • Ucapkan dengan hati yang hadir.

  • Jadikan pengingat untuk tidak bergantung pada manusia.

Di era serba cepat, banyak orang tertekan oleh pekerjaan, pendidikan, hingga persoalan pribadi. Dzikir ini bisa jadi “obat sederhana” yang mendalam:

Baca Juga: Cara Ular Berkembang Biak: Bertelur, Melahirkan, atau Keduanya?

  • Menenangkan pikiran saat stres.

  • Menguatkan jiwa dalam menghadapi ujian.

  • Mengingatkan bahwa kesuksesan bukan murni hasil usaha, melainkan izin Allah.

NU Online Jatim (2023) mencatat, dzikir ini adalah cermin kerendahan hati seorang hamba di setiap zaman.

Fakta Menarik

  • Termuat dalam hadis sahih Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud.

  • Nabi SAW menyebutnya mudah diucapkan, tapi berat timbangannya dalam amal.

  • Banyak ulama menyebutnya sebagai inti tawakal.

  • Populer diucapkan umat Islam di berbagai belahan dunia.

Arti laa haula wa laa quwwata illa billah adalah pengakuan tulus: manusia tidak berdaya tanpa pertolongan Allah. Kalimat pendek ini bukan sekadar bacaan, tapi kunci ketenangan hati dan kekuatan jiwa.

Dengan menjadikannya bagian dari keseharian, kita akan lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih ringan melangkah. Sebab di balik setiap langkah, ada kesadaran bahwa Allah adalah sumber segala daya dan kekuatan.

Baca Juga: Hewan Tercepat di Dunia: Siapa Saja Mereka dan Bagaimana Bisa Sekilat Itu?

 

Laporan: Tia Ayulia/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.