Fenomena Gerhana Bulan Total, Apa Efek Negatifnya bagi Manusia di Muka Bumi?

AKURAT.CO Gerhana bulan total akan terjadi pada 7–8 September 2025 dan dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia. Fenomena langka ini selalu berhasil menarik perhatian publik, baik dari sisi astronomi maupun kepercayaan masyarakat.
Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: adakah efek negatif gerhana bulan total terhadap manusia di muka bumi?
Secara ilmiah, para ahli menegaskan bahwa gerhana bulan tidak menimbulkan dampak langsung yang berbahaya bagi manusia maupun lingkungan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, gerhana bulan hanyalah peristiwa alam ketika cahaya matahari yang menuju bulan terhalang oleh bumi sehingga bulan berada dalam bayangan.
Baca Juga: Lokasi Terbaik Menyaksikan Gerhana Bulan Total 7 September 2025
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya menekankan bahwa gerhana bulan sama sekali tidak berhubungan dengan terjadinya gempa bumi.
“Gaya gravitasi bulan dan matahari memang memengaruhi pasang surut laut dan sedikit menekan kerak bumi (disebut earth tides), tetapi efek ini sangat kecil dibanding energi yang tersimpan di zona patahan. Jadi, tidak ada bukti ilmiah bahwa gerhana bulan memicu gempa bumi,” ujarnya.
Meski tidak ada dampak fisik yang nyata, beberapa penelitian menyebutkan adanya pengaruh psikologis.
Fenomena astronomi yang jarang terjadi dapat menimbulkan rasa cemas atau takjub berlebihan bagi sebagian orang.
Di beberapa masyarakat tradisional, gerhana masih dikaitkan dengan mitos atau tanda tertentu, sehingga bisa memicu kekhawatiran yang tidak berdasar.
Sementara dari sisi kesehatan, tidak ada bukti medis yang menyebutkan gerhana bulan berpengaruh buruk terhadap tubuh manusia.
Berbeda dengan gerhana matahari yang memerlukan pelindung khusus karena berisiko merusak retina, gerhana bulan aman dilihat dengan mata telanjang. Justru fenomena ini kerap dimanfaatkan sebagai sarana edukasi astronomi.
Dari perspektif keagamaan, Islam mengajarkan agar umat Muslim merespons gerhana dengan ibadah. Rasulullah SAW menganjurkan sholat gerhana, memperbanyak doa, dzikir, dan sedekah.
Hal ini mengajarkan bahwa gerhana bukan peristiwa yang menakutkan, melainkan tanda kebesaran Allah yang patut direnungkan.
Baca Juga: Indonesia Akan Diselimuti Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025, Begini Fenomenanya
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gerhana bulan total tidak memiliki efek negatif secara ilmiah bagi manusia di muka bumi. Jika ada dampak yang dirasakan, lebih banyak terkait aspek psikologis atau kepercayaan masyarakat.
Fenomena ini justru menjadi kesempatan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, kesadaran spiritual, dan kekaguman terhadap ciptaan Tuhan.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









