Profil Gus Irfan, Kepala BP Haji yang Disebut Bakal Jadi Menteri Haji dan Umrah

AKURAT.CO Mochamad Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan disebut-sebut akan menjadi Menteri Haji dan Umrah usai Badan Penyelenggara (BP) Haji resmi bertransformasi menjadi kementerian. Hal itu disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dalam rapat evaluasi Haji 2025.
"Tentu nanti Gus Irfan ya, tidak lagi Kepala Badan, menjadi Menteri Hajj. Dan pasal-pasal tentang itu sudah diputuskan mungkin belum 60 hari saya lupa Pak Sekjen ikut yang merumuskan kapan menyampaikan pertanggungjawaban itu lebih cepat Pak, kalau nggak salah paling 30 hari atau berapa saya lupa," kata Marwan dalam rapat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).
BP Haji resmi berubah status menjadi Kementerian Haji dan Umrah setelah DPR mengesahkan RUU Perubahan Ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026, Selasa (26/8/2025).
Cucu Pendiri NU
Gus Irfan lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 24 Juni 1962. Ia merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari. Ayahnya adalah KH Yusuf Hasyim, putra dari pendiri NU.
Baca Juga: Soal Kecerobohan PBNU Undang Tokoh Yahudi Peter Berkowicz, Netizen: Ceroboh Kok Rutin Sejak 2017!
Sejak kecil hingga SMA, Gus Irfan menempuh pendidikan di Jombang. Ia lulus dari SMPP Jombang pada 1981, yang kini dikenal sebagai SMAN 2 Jombang. Setelah itu, ia melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya Malang hingga meraih gelar sarjana pada 1985, lalu melanjutkan ke jenjang magister di kampus yang sama.
Karier Pesantren dan Profesional
Gus Irfan sudah aktif mengurus pesantren sejak 1989 sebagai Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng. Pada 1996-2016, ia tercatat sebagai Komisaris PT BPR Tebuireng. Ia juga mendirikan dan menjadi pengasuh Pesantren Al-Farros sejak 2006.
Selain itu, Gus Irfan pernah menjadi pengajar di Akademi Keperawatan Widyagama pada 2013-2016.
Jejak Politik
Nama Gus Irfan juga masuk dalam gelanggang politik. Pada 2018, ia dipercaya menjadi juru bicara di kubu Prabowo–Sandiaga Uno. Ia diperhitungkan karena memegang posisi penting di Lembaga Perekonomian NU (LPNU).
Kini, dengan transformasi BP Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah, publik menantikan keputusan Presiden Prabowo Subianto apakah Gus Irfan benar-benar akan menahkodai kementerian baru tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










