Soal Kecerobohan PBNU Undang Tokoh Yahudi Peter Berkowicz, Netizen: Ceroboh Kok Rutin Sejak 2017!

AKURAT.CO Polemik keterlibatan akademisi pro-Israel, Peter Berkowitz, dalam kegiatan di Indonesia terus bergulir. Setelah Universitas Indonesia (UI) menuai kritik karena mengundangnya pada kegiatan orientasi mahasiswa, kini giliran Nahdlatul Ulama (NU) yang disorot publik lantaran juga pernah menghadirkan Berkowitz dalam sebuah seminar.
Kabar tersebut mencuat lewat akun X @kastratofe yang menyebut Berkowitz diundang NU satu minggu sebelum ia tampil di UI. Dalam tulisannya berjudul Teaching Western Political Thought in Indonesia, Berkowitz sendiri mengakui bahwa ia memimpin empat sesi seminar bertema pemikiran politik Barat di hadapan sekitar 25 anggota NU, akademisi, jurnalis, dan tokoh pendidikan.
Keputusan NU ini dinilai sebagian kalangan tidak sensitif terhadap isu Palestina, apalagi Berkowitz dikenal sebagai figur yang kerap membela kebijakan Israel. Sejumlah warganet bahkan menyebut NU kini berubah menjadi “Netanyahu United”.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf sempat mengakui adanya kecerobohan terkait kehadiran Berkowitz. Hal ini kemudian ditegaskan kembali oleh Ulil Abshar Abdalla, salah satu pengurus PBNU.
Baca Juga: Tren Umat Islam Joget THR Tidak Sama dengan Bangsa Yahudi, Ini 5 Dalil Akuratnya Menurut Islam!
“Gus Yahya sudah secara terbuka minta maaf karena ceroboh dalam kasus Peter Berkowicz. PBNU sejak awal tetap konsisten mendukung perjuangan bangsa Palestina dan mengecam genosida di Gaza,” kata Ulil, Selasa (26/8/2025).
Namun, klarifikasi itu tidak sepenuhnya meredam kritik. Di lini komentar Facebook, sejumlah netizen tetap menilai permintaan maaf tersebut tidak cukup.
“Ceroboh kok rutin dari 2017 bergandengan dengan Zionis. Kocak!” tulis Ahmad K*****.
Sementara itu, Rikal ***** ******** menyindir pedas dengan perumpamaan: “Keledai itu paling bodoh kalau kena jebakan sekali setelahnya mikir lagi, iki kok gak mikir-mikir hahaha.”
Ada juga yang mengkritik aspek keteladanan. Hafidz ******** menegaskan, “Hal seperti itu mestinya dipikirkan dulu. Sekarang orang sering minta maaf karena sebelum melakukan gak berpikir dampaknya. Kalau semua hanya berpatokan dengan: manusia tempatnya salah dan lupa, nantinya gak akan ada upaya berpikir mendalam sebelum bertindak.”
Meski PBNU sudah menyatakan penyesalan, perdebatan soal konsistensi sikap NU terhadap isu Palestina tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








