Doa Guru untuk Muridnya itu Mustajab, Ini Dalilnya dalam Islam

AKURAT.CO Dalam tradisi Islam, doa memiliki kedudukan yang sangat agung. Rasulullah SAW menyebut doa sebagai senjata seorang mukmin.
Lebih dari itu, ada doa-doa tertentu yang statusnya sangat istimewa di sisi Allah sehingga mudah dikabulkan. Salah satunya adalah doa guru untuk muridnya.
Hubungan guru dan murid bukan sekadar hubungan akademis, melainkan ikatan spiritual dan moral yang penuh keberkahan.
Guru ibarat orang tua kedua bagi murid. Ia bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan pandangan hidup.
Karena itu, doa guru terhadap muridnya memiliki kekuatan batin yang besar. Islam menekankan pentingnya menghormati guru, dan salah satu alasan utamanya adalah karena doa guru sering kali mustajab.
Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
Artinya: “Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi: doa orang yang terzalimi, doa orang yang sedang safar, dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara, Ini Nasib Negara Jika Tanpa Guru Menurut Islam
Para ulama kemudian menjelaskan bahwa kedudukan guru atas muridnya bisa dianalogikan seperti orang tua terhadap anak.
Guru adalah pewaris para nabi yang mewariskan ilmu, sementara murid ibarat anak rohani yang mendapatkan bimbingan. Dengan demikian, doa guru untuk muridnya termasuk doa yang sangat berpeluang dikabulkan oleh Allah.
Selain hadis tersebut, Al-Qur’an pun mengajarkan pentingnya mendoakan sesama muslim. Dalam Surah Al-Hasyr ayat 10, Allah mengajarkan doa generasi setelah sahabat:
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ
Artinya: “Dan orang-orang yang datang setelah mereka (para sahabat), mereka berdoa: ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman daripada kami.’”
Jika untuk sesama muslim saja dianjurkan saling mendoakan, maka doa guru yang memiliki kedudukan mulia pasti lebih besar nilainya.
Karena itu, para murid hendaknya menjaga adab terhadap guru. Jangan sampai menyakiti hati guru, karena doa guru bisa menjadi doa keberkahan atau sebaliknya, doa keburukan bila murid berbuat zalim kepadanya.
Imam Syafi’i pernah berkata, “Aku membuka lembaran kitab di hadapan guruku dengan perlahan karena aku tidak ingin suara gesekan kertas mengganggunya.”
Ini menunjukkan betapa besar penghormatan seorang murid terhadap guru agar senantiasa mendapat doa dan keberkahannya.
Baca Juga: Guru Bisa Dapat BSU Rp600 dari Pemerintah, Ini Syaratnya!
Kesimpulannya, doa guru untuk muridnya memiliki posisi istimewa dalam Islam, bahkan bisa menjadi penentu keberhasilan ilmu yang dipelajari.
Karenanya, para murid wajib menghormati, memuliakan, dan menjaga hubungan baik dengan guru.
Dengan begitu, doa guru akan menjadi doa mustajab yang mengantarkan murid kepada ilmu yang bermanfaat dan keberkahan hidup.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









