Hukum Pejabat yang Menganggap Guru sebagai Beban Negara dalam Perspektif Islam

AKURAT.CO Beberapa waktu terakhir, muncul pernyataan yang menimbulkan kegaduhan: guru dianggap sebagai beban negara. Ucapan seperti ini tentu melukai hati para pendidik yang telah berjuang tanpa lelah mencerdaskan generasi bangsa.
Dari sudut pandang Islam, sikap pejabat yang merendahkan martabat guru tidak hanya keliru secara moral, tetapi juga dapat digolongkan sebagai perilaku tercela yang bertentangan dengan ajaran agama.
Dalam Islam, guru memiliki kedudukan mulia. Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis: “Sesungguhnya Allah, para malaikat, penghuni langit dan bumi, bahkan semut di lubangnya dan ikan di lautan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara, Ini Nasib Negara Jika Tanpa Guru Menurut Islam
Hadis ini menunjukkan betapa guru dimuliakan bukan hanya di mata manusia, melainkan juga di sisi Allah. Maka, merendahkan mereka sejatinya adalah sikap yang mendekati istihza’ (meremehkan sesuatu yang diagungkan Allah), dan ini termasuk perbuatan dosa.
Para ulama menjelaskan bahwa siapa pun yang melecehkan ahlul ilmi (orang-orang berilmu dan guru) bisa terkena ancaman buruk. Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menegaskan, menghina ulama dan guru dapat termasuk perbuatan haram, karena itu sama saja dengan meremehkan ilmu yang mereka bawa. Apalagi, pejabat negara memiliki amanah besar.
Ucapan yang merendahkan guru bukan hanya dosa personal, tetapi juga bisa dikategorikan sebagai khiyanah al-amanah (pengkhianatan terhadap amanah jabatan), sebab pejabat seharusnya melindungi dan memuliakan pendidik, bukan malah merendahkan mereka.
Hukum pejabat yang menganggap guru sebagai beban negara dapat dilihat dari dua aspek:
-
Aspek akhlak dan syariat: Ia berdosa karena merendahkan orang-orang berilmu yang dimuliakan Allah.
-
Aspek amanah jabatan: Ia berkhianat karena tidak menjalankan kewajiban melindungi dan menyejahterakan guru sebagai pilar pendidikan bangsa.
Baca Juga: Lirik Lagu Glimpse of Us Artinya Apa? Viral di Media Sosial Dinyanyikan Oleh Joji!
Maka, pejabat yang berbuat demikian wajib bertaubat, meminta maaf secara terbuka, dan memperbaiki cara pandangnya terhadap guru. Islam mengajarkan bahwa negara akan mulia jika rakyatnya berilmu, dan ilmu tidak akan tersebar tanpa jasa guru. Sebaliknya, jika guru dihina, maka hilanglah keberkahan ilmu dan runtuhlah peradaban.
Doa yang pantas dipanjatkan adalah agar para pemimpin kita diberi hidayah, mampu menghormati guru, dan tidak mengeluarkan ucapan yang menyakiti para pendidik. Rasulullah SAW mengingatkan: “Barang siapa tidak memuliakan orang yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak menghormati ahli ilmu, maka ia bukan termasuk golongan kami.” (HR. Ahmad).
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









