5 Tips Efektif agar Anak Tidak Kecanduan Gadget dalam Perspektif Islam

AKURAT.CO Di era digital seperti sekarang, gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari—tak hanya bagi orang dewasa, tapi juga anak-anak.
Banyak orang tua yang awalnya memberikan gadget untuk tujuan edukatif atau hiburan singkat, namun tanpa disadari, anak menjadi terlalu bergantung bahkan kecanduan.
Dalam jangka panjang, kecanduan ini bisa memengaruhi perkembangan mental, sosial, bahkan spiritual anak.
Islam, sebagai agama yang komprehensif, memiliki panduan bernilai luhur dalam mendidik anak dan mengarahkan mereka pada kebaikan. Maka dari itu, berikut ini lima tips efektif agar anak tidak kecanduan gadget, dilihat dari perspektif Islam:
1. Tanamkan Konsep Waktu yang Bernilai
Islam sangat menekankan pentingnya waktu. Anak perlu diajarkan bahwa waktu adalah amanah dari Allah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Allah berfirman:
وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
“Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.”
(QS. Al-‘Ashr: 1–2)
Orang tua perlu mengajarkan anak membagi waktu dengan seimbang: waktu untuk belajar, bermain, ibadah, dan membantu orang tua. Buatlah jadwal harian yang jelas, agar anak memahami pentingnya mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat.
Baca Juga: Khutbah Jumat 25 Juli 2025: Menjadi Pribadi Terbaik Pasca Muharram
2. Berikan Teladan Langsung dari Orang Tua
Anak-anak sangat mudah meniru. Jika orang tua sendiri lebih banyak sibuk dengan ponsel daripada berinteraksi, anak akan menirunya. Islam menekankan bahwa orang tua adalah teladan pertama dalam rumah tangga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka, biasakan diri untuk mengurangi penggunaan gadget di hadapan anak. Ciptakan suasana rumah yang lebih penuh interaksi, obrolan hangat, dan kegiatan bersama yang menyenangkan.
3. Ganti Gadget dengan Aktivitas Bermakna dan Islami
Anak butuh hiburan, eksplorasi, dan ruang untuk menyalurkan energi. Daripada sekadar melarang, alihkan perhatian anak dengan aktivitas alternatif seperti menggambar, membaca buku cerita Islami, bermain peran kisah nabi, atau bahkan berkebun bersama.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
“Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak atasmu.” (HR. Bukhari)
Anak-anak butuh bergerak dan berinteraksi nyata, bukan hanya layar. Dengan kegiatan yang menyenangkan dan bernilai edukatif, mereka tidak lagi bergantung pada gadget sebagai satu-satunya sumber hiburan.
4. Bangun Kedekatan dengan Al-Qur’an dan Ibadah Sejak Dini
Jika sejak kecil anak sudah dikenalkan dengan Al-Qur’an, shalat, doa-doa harian, dan kisah-kisah teladan, maka hatinya akan lebih terikat pada nilai-nilai spiritual. Orang tua bisa menggunakan waktu gadget anak untuk menonton konten islami, murottal, atau video edukatif berbasis akhlak.
Allah berfirman:
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ
“Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka.”
(QS. At-Thur: 21)
Keluarga yang menjaga iman akan membentuk generasi yang kuat akidahnya. Maka, jauhkan anak dari lalai dan dekati mereka dengan kebaikan yang menyentuh jiwa.
5. Ajarkan Rasa Tanggung Jawab atas Diri dan Waktu
Ajari anak bahwa mereka bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lihat, mainkan, dan lakukan. Jangan biarkan mereka merasa bebas sepenuhnya di dunia digital.
Baca Juga: Etika Bersosial Media dalam Islam, Umat Muslim Wajib Tahu!
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ... وَعَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ
“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya... tentang umurnya untuk apa dihabiskan.”
(HR. Tirmidzi)
Kebiasaan baik akan terbentuk jika anak diajari untuk berpikir tentang konsekuensi dari waktu yang ia habiskan. Tanamkan sejak dini bahwa waktu adalah amanah dan setiap aktivitas akan dimintai pertanggungjawaban.
Islam memberikan kerangka yang lengkap dalam mendidik anak, termasuk dalam menghadapi tantangan zaman modern seperti gadget. Kuncinya bukan semata melarang, tetapi membimbing, mendampingi, dan menanamkan nilai. Orang tua perlu hadir sebagai pendidik sekaligus teladan.
Dengan bimbingan yang tepat dan penuh cinta, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak, dan tidak mudah terperangkap dalam candu digital. Karena yang paling penting bukan sekadar menjauhkan mereka dari gadget, tapi mendekatkan mereka kepada Allah dalam setiap aktivitasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









