Akurat

Makna Doa Selamat Dunia Akhirat: Kompas Spiritual Menuju Kebahagiaan Sejati

Eko Krisyanto | 23 Juli 2025, 00:00 WIB
Makna Doa Selamat Dunia Akhirat: Kompas Spiritual Menuju Kebahagiaan Sejati

AKURAT.CO Doa selamat dunia akhirat merupakan salah satu amalan spiritual yang paling sering diucapkan oleh umat Islam.

Lebih dari sekadar permohonan, doa ini mencerminkan harapan menyeluruh seorang hamba: keselamatan hidup di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat.

Doa ini menjadi peneguh hati dalam setiap langkah kehidupan, baik saat bersujud dalam salat maupun dalam untaian doa harian.

Ia menjadi bentuk ketundukan total, sekaligus tawakal seorang Muslim atas kehendak dan kasih sayang Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an, doa ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 201:

“Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar”

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Dikutip dari Saudi Press Agency (SPA), doa ini disebut mencakup seluruh kebutuhan manusia: dari permohonan perlindungan, rezeki, kesehatan, hingga keselamatan di hari pembalasan.

Maka tidak heran, doa ini sering disebut sebagai doa paling sempurna yang mencakup dimensi dunia dan akhirat secara seimbang.

“Doa ini menjadi bentuk tawakal sejati dan harapan seorang Muslim kepada Allah,” demikian keterangan SPA.

Baca Juga: Jakarta Jadi Sorotan Dunia, Pramono Diundang PBB Berkat Ekonomi Inklusif dan Transportasi Terintegrasi

Tak hanya itu, doa ini juga menyadarkan bahwa hidup tidak berhenti di dunia. Ada kelanjutan yang abadi: kehidupan akhirat.

Maka dari itu, doa ini ibarat kompas spiritual yang menuntun umat Islam untuk tetap lurus di jalan-Nya, tanpa terjebak pada gemerlap dunia semata.

Keutamaan doa ini juga ditegaskan dalam berbagai hadits. Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW kerap mengucapkan doa ini dalam berbagai kesempatan.

Ini menjadi isyarat kuat bahwa doa ini adalah pedoman utama dalam menyusun harapan dan prioritas hidup.

Lebih dari sekadar hafalan, doa ini semestinya diresapi dan dihayati. Dengan pemahaman yang mendalam, umat Islam akan terdorong untuk menjadikannya bagian dari amalan harian, bukan hanya di lisan, tapi juga dalam tindakan.

Doa ini mengajarkan keseimbangan: menjalani dunia dengan sungguh-sungguh tanpa melupakan akhirat, dan berharap akhirat tanpa mengabaikan tanggung jawab dunia.

Karena pada akhirnya, keseimbangan antara dunia dan akhirat adalah kunci menuju kebahagiaan sejati yang diridhai Allah SWT.

Baca Juga: Lomba Digitalisasi Pasar, Gubernur Jakarta Punya Jurus Rahasia Basmi Copet dan Preman Lewat QRIS

 

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.