11 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Muharram

AKURAT.CO Bulan Muharram bukan hanya awal tahun dalam kalender Islam, melainkan juga merupakan salah satu bulan paling mulia yang menyimpan jejak sejarah panjang perjalanan para nabi dan tokoh besar dalam Islam.
Berbagai peristiwa monumental yang terjadi di bulan ini telah menjadikannya sebagai waktu kontemplatif dan penuh makna spiritual.
Dalam banyak riwayat, para ulama klasik dan pengkaji sejarah menyebutkan sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada bulan ini, khususnya pada tanggal 10 Muharram, atau yang dikenal sebagai hari Asyura.
Berikut ini adalah sebelas peristiwa penting yang diyakini terjadi di bulan Muharram dan memperkuat kesakralan serta nilai-nilai luhur yang menyertainya:
Pertama, diselamatkannya Nabi Nuh dan kaumnya dari banjir besar.
Setelah bertahun-tahun menghadapi penolakan dari kaumnya yang ingkar, Nabi Nuh diperintahkan oleh Allah untuk membuat kapal besar. Tatkala banjir dahsyat datang, Nabi Nuh dan para pengikutnya yang beriman selamat dan mendarat di bukit Judi. Menurut beberapa riwayat Israiliyyat yang dikutip oleh para mufassir, peristiwa ini terjadi pada hari Asyura.
Kedua, selamatnya Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Firaun.
Peristiwa ini adalah yang paling dikenal dan banyak diriwayatkan secara sahih dalam literatur hadis. Pada hari Asyura, Allah membelah laut sehingga Musa dan kaumnya selamat, sementara Firaun dan bala tentaranya ditenggelamkan. Inilah dasar dari anjuran Nabi Muhammad untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk syukur atas kemenangan kebenaran.
Ketiga, diterimanya tobat Nabi Adam setelah diusir dari surga.
Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa hari Asyura adalah saat di mana Allah menerima tobat Nabi Adam setelah ia diturunkan ke bumi. Ini mengandung pesan bahwa Muharram adalah waktu terbaik untuk introspeksi dan memperbaiki diri.
Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1447 H, Cocok Dibagikan ke Media Sosial
Keempat, selamatnya Nabi Yunus dari perut ikan paus.
Setelah ditelan oleh ikan besar karena meninggalkan kaumnya sebelum diizinkan oleh Allah, Nabi Yunus bertobat dalam kegelapan laut. Di bulan Muharram, ia dikeluarkan dari perut ikan sebagai tanda diterimanya tobat dan keikhlasan.
Kelima, lahirnya Nabi Ibrahim.
Beberapa sumber tradisional menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim lahir pada bulan Muharram. Walaupun riwayat ini tidak sekuat hadis shahih, namun diyakini oleh sejumlah ulama klasik dan dipelihara dalam khazanah sejarah Islam sebagai bagian dari keberkahan bulan ini.
Keenam, keselamatan Nabi Ibrahim dari api Raja Namrud.
Ketika dilemparkan ke dalam kobaran api karena menentang penyembahan berhala, Allah menjadikan api itu dingin dan menyelamatkan Nabi Ibrahim. Peristiwa ini dalam sebagian riwayat diletakkan pada bulan Muharram.
Ketujuh, diangkatnya Nabi Idris ke langit.
Nabi Idris, sosok bijak dan saleh yang disebut dalam Al-Qur’an, diyakini oleh sebagian ulama telah diangkat ke langit pada bulan Muharram. Ini mengingatkan pada transendensi spiritual dan pentingnya pencapaian batiniah.
Kedelapan, dikembalikannya kerajaan Nabi Sulaiman.
Dalam literatur tafsir, disebutkan bahwa Nabi Sulaiman pernah diuji dengan hilangnya kekuasaan dan akhirnya dikembalikan oleh Allah. Momentum ini dipercaya terjadi di bulan yang penuh berkah ini.
Kesembilan, diangkatnya Nabi Isa ke langit.
Sebagian tradisi menempatkan peristiwa pengangkatan Nabi Isa ke langit juga terjadi di bulan Muharram. Ini menguatkan narasi bahwa bulan ini adalah bulan penyelamatan dan pemuliaan para nabi.
Kesepuluh, lahirnya Nabi Yusuf.
Nabi Yusuf, yang hidup penuh dengan ujian dan kemuliaan, juga disebut lahir di bulan Muharram. Perjalanan hidupnya menjadi inspirasi tentang kesabaran dan keyakinan dalam takdir Allah.
Baca Juga: Daftar Puasa Sunnah di Bulan Muharram 1447 H dan Niatnya
Kesebelas, gugurnya cucu Rasulullah, Husain bin Ali, di Karbala.
Peristiwa ini terjadi pada 10 Muharram 61 Hijriyah. Husain bin Ali, bersama keluarganya, dibantai di padang Karbala oleh pasukan Yazid bin Muawiyah. Tragedi ini menjadi titik duka mendalam dalam sejarah Islam, terutama bagi Ahlul Bait. Peristiwa Karbala menyimbolkan perjuangan melawan ketidakadilan dan pembelaan terhadap nilai-nilai kebenaran, bahkan dengan pengorbanan jiwa.
Kesebelas peristiwa ini, baik yang bersumber dari riwayat sahih maupun dari tradisi dan literatur sejarah yang bersifat simbolik dan naratif, memperkuat posisi bulan Muharram sebagai bulan yang kaya dengan hikmah, spiritualitas, dan pelajaran moral.
Setiap peristiwa memuat nilai dasar yang sangat relevan dalam kehidupan umat manusia: keimanan, kesabaran, perjuangan, pengorbanan, dan harapan akan pertolongan ilahi.
Bulan Muharram dengan demikian bukan sekadar momentum tahunan, tetapi ruang suci untuk merenungi sejarah, membenahi diri, dan meneguhkan kembali komitmen kepada nilai-nilai luhur dalam Islam.
Sebagaimana Allah memuliakan waktu-waktu tertentu, maka umat Islam pun selayaknya memanfaatkan bulan ini untuk menumbuhkan spiritualitas dan kepekaan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








