Kalender Jawa Weton Kamis Wage 26 Juni 2025: Hari Baik untuk Bepergian, Rezeki Menanti di Perjalanan

AKURAT.CO Hari ini, Kamis Wage, 26 Juni 2025, dalam sistem penanggalan Jawa bertepatan dengan tanggal 29 Besar 1958. Menurut kalender Jawa, hari ini masuk dalam Tahun Je, berada pada Windu Sancaya, dan Wuku Madhangkungan.
Kamis Wage memiliki neptu 12, hasil dari penjumlahan nilai hari Kamis (8) dan Wage (4). Neptu ini dipercaya melambangkan kepribadian yang tangguh namun sensitif.
Seseorang yang lahir pada weton ini dinilai memiliki semangat hidup yang tinggi, bersikap adil dan santun, serta memiliki cita-cita besar.
Namun, pada sisi lain, mereka juga memiliki kecenderungan untuk menyukai pujian, menyenangi penampilan, dan memiliki sifat pendendam apabila merasa tersinggung.
Dalam aspek Pangarasan, Kamis Wage berada dalam naungan Aras Kembang. Ini menandakan pribadi yang disenangi atasan atau orang yang memiliki kekuasaan.
Hal ini berkaitan erat dengan sifat dasar yang lembut dan mampu menarik simpati banyak orang, sehingga memudahkan dalam membangun relasi sosial dan kerja sama yang harmonis.
Baca Juga: Kapan Malam 1 Suro 2025? Ini Penjelasan Kalender Jawa dan Weton yang Perlu Dicermati
Sementara itu, dari segi Pancasuda, weton Kamis Wage berada di bawah pengaruh Tunggak Semi, yang bermakna seperti batang pohon yang ditebang namun terus tumbuh kembali.
Ini diartikan sebagai simbol keberkahan rezeki yang selalu mengalir, sekalipun melalui jalan yang tidak selalu mudah.
Mereka yang memiliki weton ini umumnya tidak pernah mengalami kesulitan berkepanjangan dalam hal penghasilan, sebab selalu ada jalan terbuka dalam urusan pekerjaan maupun rezeki.
Wuku Madhangkungan menaungi hari ini dengan lambang dewa Bathara Basuki. Dewa ini dikenal pandai berbicara dan menerima kenyataan apa adanya.
Sifat ini menggambarkan pribadi yang terbuka terhadap kehidupan, pandai bersyukur, serta mampu menghadapi perubahan dengan bijak.
Secara simbolik, wuku ini digambarkan dengan beberapa elemen budaya. Gedungnya berada di tempat tinggi, menyimbolkan citra yang mengesankan.
Pohonnya adalah pohon plasa, yang menjadi penghias hutan, indah dipandang namun sukar dipahami maknanya. Burungnya adalah pelung, jenis burung perkutut yang gemar menyendiri dan cenderung berpikir sebelum bertindak.
Lambangnya adalah buaya angurak, melambangkan kewibawaan dan kehormatan, namun memiliki kerentanan apabila terkena umpatan atau fitnah.
Hari Kamis Wage pada Wuku Madhangkungan diyakini sebagai waktu yang baik untuk bepergian jauh, sebab dipercaya akan mendatangkan rezeki dalam perjalanan. Namun demikian, hari ini dianggap kurang baik untuk menyemai benih atau biji-bijian karena dikhawatirkan tidak akan tumbuh dengan sempurna.
Baca Juga: 6 Larangan Malam 1 Suro 2025, Tradisi dan Budaya yang Dipercaya Masyarakat Jawa!
Bagi masyarakat Jawa yang masih memegang teguh sistem penanggalan tradisional, informasi seperti ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang mengatur ritme hidup.
Meski bersifat keyakinan budaya, banyak pula yang menjadikannya sebagai sarana introspeksi dan pengingat akan pentingnya keseimbangan antara rencana manusia dan kehendak Tuhan.
Pengetahuan tentang weton dan kalender Jawa bukan hanya soal ramalan, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang terus hidup dalam praktik spiritual dan sosial masyarakat.
Dengan mengenali makna hari ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengambil keputusan, terutama dalam merencanakan perjalanan, pekerjaan, atau kegiatan penting lainnya.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










