Disebut Ada Petugas Ikut Nebeng Haji, Menag Nasaruddin Umar Pasang Badan

AKURAT.CO Menteri Agama Nasaruddin Umar merespons pernyataan Wakil Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang mengungkap adanya temuan sejumlah petugas haji yang dianggap tidak menjalankan tugas secara maksimal dan hanya “nebeng” berhaji.
Nasaruddin menilai istilah tersebut tidak pantas digunakan dan berpotensi menyakiti hati para petugas yang telah bekerja keras di lapangan.
"Saya kira saya tidak etis mengatakan nebeng seperti itu ya, karena kalau menunggu orang yang sudah haji baru jadi petugas, bagaimana caranya," ujar Nasaruddin kepada media saat ditemui di Jeddah, Arab Saudi, Senin (16/6).
Ia mencontohkan keberadaan petugas dari unsur TNI dan Polri yang membantu operasional ibadah haji, meskipun banyak di antaranya belum pernah menunaikan ibadah tersebut. Namun, kata dia, dedikasi mereka tidak perlu diragukan.
Baca Juga: Ivan Gunawan Curhat Pengalaman Haji, Ngelus Dada: Lagi Doa Khusyuk, Tiba-tiba Difoto
"Kan ada polisi kita, tentara kita kan nggak pernah naik haji. Yang penting buat saya adalah mereka menjalankan tugas nggak. Apa artinya yang sudah haji tetapi kalau diurus, bukan petugasnya yang mengurus tapi petugasnya yang diurus," jelasnya.
Nasaruddin juga menekankan bahwa para petugas haji telah bekerja maksimal, terutama pada puncak ibadah haji. Banyak dari mereka bahkan tidak tidur di hotel, melainkan di tempat terbuka demi mendampingi para jemaah.
“Coba lihat badan-badan polisi dan tentara itu kan tegar-tegar dan tahan matahari itu. Memang belum pernah haji. Jangan kita katakan itu nebeng berhaji,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menghargai kerja keras para petugas haji. Menurutnya, memberikan narasi negatif hanya akan menjatuhkan semangat mereka yang sudah mengorbankan waktu dan tenaga selama proses penyelenggaraan ibadah.
Baca Juga: Tidak Punya Pengalaman, Mungkinkah BP Haji Bisa Lebih Baik Urusi Penyelenggaraan Haji 2026?
"Bagi saya jangan melukai perasaan mereka. Mereka yang paling banyak berkeringat. Dia jarang tinggal, hanya ganti baju saja di hotelnya. Mereka tidurnya di lapangan, kasihan itu. Jadi saya tidak ingin melemahkan, mengecilkan prestasi petugas kita," tutup Nasaruddin.
Pernyataan ini muncul di tengah evaluasi internal yang dilakukan BP Haji terkait kualitas layanan dan proses rekrutmen petugas. Meski begitu, Menag berharap kritik disampaikan secara konstruktif tanpa merendahkan semangat pengabdian mereka di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










