Teks Takbiran Idul Adha 2025, Cocok untuk Anak-anak dan Remaja

AKURAT.CO Suasana malam Idul Adha selalu memiliki kesan tersendiri. Tak hanya bagi orang dewasa, namun juga bagi anak-anak dan remaja yang mulai belajar menyelami makna pengorbanan dan ketulusan.
Di tengah cahaya obor atau lentera yang menyala, gema takbir menggema dari surau ke surau, dari masjid ke masjid.
Generasi muda, dengan semangatnya yang khas, juga perlu diberikan ruang untuk merasakan nuansa spiritual ini melalui lantunan takbir yang sesuai usia, mudah dihafal, dan menyentuh hati.
Takbir merupakan bagian penting dari hari raya umat Islam. Ia bukan hanya lantunan kata, melainkan ekspresi keimanan dan pengakuan atas kebesaran Allah.
Dalam konteks Idul Adha, takbir juga menjadi bentuk penghormatan atas kisah Nabi Ibrahim dan Ismail yang menjadi teladan dalam hal kepasrahan dan pengorbanan.
Baca Juga: Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2025 Berlangsung Empat Hari, Ini Jadwal Resminya
Berikut adalah teks takbiran yang cocok dibacakan anak-anak dan remaja. Disusun dengan bahasa Arab yang umum digunakan, tanpa tambahan lantunan panjang, agar mudah diucapkan, dipahami, dan bisa menumbuhkan semangat kebersamaan saat malam takbiran tiba.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر
لا إله إلا الله
الله أكبر الله أكبر
ولله الحمد
الله أكبر كبيرا
والحمد لله كثيرا
وسبحان الله بكرة وأصيلا
لا إله إلا الله
ولا نعبد إلا إياه
مخلصين له الدين ولو كره الكافرون
لا إله إلا الله وحده
صدق وعده
ونصر عبده
وأعز جنده
وهزم الأحزاب وحده
لا إله إلا الله
والله أكبر
الله أكبر ولله الحمد
Teks ini bisa diajarkan di rumah, di sekolah, maupun di masjid. Anak-anak dapat melantunkannya dengan ceria, sementara remaja bisa memimpin teman-temannya dalam barisan takbir keliling.
Takbir ini pun cocok dibacakan bersama keluarga setelah salat Maghrib menjelang malam raya, membentuk kenangan indah yang akan terus diingat.
Baca Juga: Khutbah Idul Adha 2025: Cinta, Kasih Sayang, dan Persatuan
Momen takbiran bukan sekadar tradisi, tapi ruang spiritual yang menanamkan nilai tauhid, pengagungan kepada Allah, serta semangat berbagi dan berkurban.
Maka mari ajak generasi muda untuk terlibat, bukan hanya sebagai penonton, tapi sebagai pelantun takbir, pembawa obor semangat keislaman yang terang benderang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







