Takbiran Idul Adha, Apakah Boleh Dikumandangkan di Hari Arafah?

AKURAT.CO Setiap kali Idul Adha menjelang, pertanyaan ini selalu muncul, terutama dari kalangan anak-anak muda dan jamaah umum: apakah takbiran boleh dimulai sejak hari Arafah, sehari sebelum hari raya kurban?
Di tengah gema takbir yang mulai terdengar sejak malam sembilan Dzulhijjah, sebagian bertanya-tanya, apakah ini sesuai tuntunan syariat atau sekadar kebiasaan masyarakat?
Untuk menjawabnya, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa dalam Islam, takbir pada Idul Adha memiliki dua jenis: takbir muthlaq dan takbir muqayyad.
Takbir muthlaq adalah takbir yang bisa dilantunkan kapan saja, di mana saja, tanpa terikat oleh salat wajib. Sementara takbir muqayyad adalah takbir yang dibaca setelah salat fardhu.
Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa takbir muthlaq boleh dimulai sejak masuk waktu Subuh hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah, bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Baca Juga: Takbiran Idul Adha Dilaksanakan Sejak Kapan sampai Kapan?
Hal ini didasarkan pada praktik sahabat Nabi, seperti Ibnu Umar dan Abu Hurairah, yang mengumandangkan takbir di pasar-pasar dan masjid-masjid sejak hari Arafah. Artinya, kumandang takbir sejak hari Arafah bukan hanya boleh, tapi termasuk sunnah yang dianjurkan.
Lalu, bagaimana bentuk takbir yang bisa dikumandangkan sejak hari Arafah?
Teks takbiran berikut ini bisa digunakan mulai dari hari Arafah hingga hari-hari tasyriq. Sederhana, mudah dihafal, dan sarat makna.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر
لا إله إلا الله
الله أكبر الله أكبر
ولله الحمد
الله أكبر كبيرا
والحمد لله كثيرا
وسبحان الله بكرة وأصيلا
لا إله إلا الله
ولا نعبد إلا إياه
مخلصين له الدين ولو كره الكافرون
لا إله إلا الله وحده
صدق وعده
ونصر عبده
وأعز جنده
وهزم الأحزاب وحده
لا إله إلا الله
والله أكبر
الله أكبر ولله الحمد
Takbir yang dikumandangkan sejak hari Arafah menjadi bentuk persiapan ruhani menyambut hari raya kurban. Ia mengingatkan umat Islam akan keagungan Allah dan pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail.
Maka, takbiran bukan sekadar lantunan ritual, melainkan gema iman yang membangkitkan kesadaran akan tauhid, ketundukan, dan penghambaan.
Baca Juga: Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2025 Berlangsung Empat Hari, Ini Jadwal Resminya
Anak-anak dan remaja sangat dianjurkan untuk mulai ikut menghidupkan suasana ini. Mengajarkan mereka takbir sejak hari Arafah bisa menjadi sarana pendidikan spiritual yang bermakna.
Bukan hanya menghafal teks, tapi juga memahami pesan di balik setiap gema: bahwa Allah Maha Besar, dan hidup adalah tentang ketaatan dan keikhlasan.
Jadi, jawabannya jelas: takbiran boleh, bahkan sunnah, dikumandangkan sejak hari Arafah. Mari hidupkan suasana itu dengan khusyuk, semangat, dan penuh makna. Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








