Akurat

Contoh Naskah Pidato Hari Pendidikan Nasional: Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Islam dalam Dunia Pendidikan

Fajar Rizky Ramadhan | 30 April 2025, 11:13 WIB
Contoh Naskah Pidato Hari Pendidikan Nasional: Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Islam dalam Dunia Pendidikan

AKURAT.CO Berikut contoh naskah pidato Hari Pendidikan Nasional dengan judul menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam dunia pendidikan.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang saya hormati, para hadirin, segenap civitas akademika, dan anak-anak didik generasi penerus bangsa,

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini kita dapat memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan penuh semangat dan kesadaran akan pentingnya ilmu sebagai cahaya kehidupan.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan utama dalam hal akhlak, kecerdasan, dan semangat mencerdaskan umat.

Hadirin yang saya muliakan,
Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah momen reflektif yang mengajak kita merenung: Sudahkah pendidikan kita menjadikan manusia sebagai insan kamil? Sudahkah kita membentuk generasi berilmu dan berakhlak?

Baca Juga: 6 Lirik Lagu Wajib Nasional untuk Upacara Hardiknas 2025, Cocok Dinyanyikan Saat Upacara Sekolah!

Di tengah arus globalisasi yang kadang menegasikan nilai-nilai ketuhanan, pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam menjadi semakin relevan. Islam bukan hanya agama ibadah ritual, tetapi juga peradaban ilmu.

Bukankah ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad adalah perintah membaca—Iqra'? Inilah landasan epistemologi Islam yang menegaskan bahwa pendidikan adalah bagian dari iman.

Pendidikan dalam Islam bukan hanya transmisi ilmu, tapi juga transformasi akhlak. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Maka, sekolah-sekolah, pesantren, dan institusi pendidikan Islam mestinya menjadi pusat pembentukan karakter, bukan hanya pencetak nilai ujian.

Hadirin yang saya hormati,
Di era digital seperti sekarang, kita menghadapi tantangan besar: degradasi moral, informasi tak tersaring, dan budaya instan.

Di sinilah pentingnya pendidikan yang ditanamkan pada nilai-nilai Islam—yang menyeimbangkan antara akal dan hati, antara sains dan spiritualitas, antara kebebasan berpikir dan tanggung jawab moral.

Kita tidak menolak kemajuan. Justru kita harus memimpin di dalamnya. Namun, kemajuan tanpa nilai akan melahirkan kehampaan. Maka, mari kita bangun pendidikan yang merdeka dalam berpikir, tetapi tetap tunduk pada etika Islam.

Pendidikan yang menghasilkan ilmuwan seperti Ibnu Sina dan Al-Farabi, tapi juga ulama yang bijak seperti Imam Al-Ghazali dan Imam Syafi’i.

Hadirin sekalian,
Mari kita jadikan Hari Pendidikan Nasional ini sebagai momentum memperkuat visi pendidikan Islam yang inklusif, progresif, dan transformatif.

Baca Juga: Link Download Logo Hardiknas 2025 Resmi dari Kemendikbudristek, Cek di Sini!

Mari tanamkan nilai tauhid, amanah, ittiba’ sunnah, dan rahmatan lil ‘alamin dalam setiap proses pembelajaran. Jadikan guru sebagai agen perubahan, bukan sekadar pengajar. Dan jadikan murid sebagai penjelajah ilmu, bukan sekadar pencari nilai.

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk membangun pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan otak, tapi juga menyuburkan jiwa.
Wallahu al-Musta’an.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.