Akurat

Harga Emas Antam Logam Mulia Terus Naik Tinggi? Ini Tips Investasi Emas dalam Islam

Lufaefi | 17 April 2025, 16:15 WIB
Harga Emas Antam Logam Mulia Terus Naik Tinggi? Ini Tips Investasi Emas dalam Islam

AKURAT.CO Harga emas Antam logam mulia terus naik tinggi. Siang ini, pasar logam mulia kembali menghangat. Harga emas Antam mencatatkan lonjakan signifikan.

Per gramnya kini dihargai Rp 1.975.000, naik drastis hingga Rp 32.000 dari hari sebelumnya. Bahkan di Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram yang semula Rp 2.004.000 pada pagi hari, telah meroket menjadi Rp 2.037.000 pada pukul 14.00 WIB.

Kenaikan ini bukan hanya sekadar angka, tetapi sinyal kuat dari pasar tentang dinamika nilai lindung kekayaan yang terus mendapat tempat di hati para investor, termasuk umat Muslim.

Lantas, apa yang bisa kita baca dari lonjakan ini? Apakah ini waktu yang tepat untuk berinvestasi emas? Dan bagaimana seharusnya seorang Muslim menyikapi tren ini dalam perspektif Islam?

Emas: Antara Komoditas dan Instrumen Perlindungan Nilai

Emas telah lama dianggap sebagai safe haven asset, aset yang cenderung stabil saat ekonomi global tidak menentu. Ketika inflasi menghantam dan nilai tukar berfluktuasi, emas hadir sebagai penyelamat. Ia bukan hanya benda kuning mengilap, tetapi simbol kestabilan dan penyelamat kekayaan dari gerusan nilai uang kertas.

Namun, dari sudut pandang Islam, emas bukan sekadar instrumen. Ia bagian dari tsaman, yaitu alat tukar yang sah dalam transaksi. Islam menaruh perhatian khusus pada emas dan perak karena keduanya kerap menjadi instrumen riba jika disalahgunakan.

Investasi Emas dalam Islam: Boleh, Tapi Ada Rambu

Islam tidak melarang investasi, termasuk emas. Tapi bukan berarti semua bentuk investasi dibolehkan. Rasulullah SAW bersabda:

"Emas dengan emas, perak dengan perak, harus sama dan seimbang. Jika berbeda, juallah sesuka kalian asalkan dilakukan tunai." (HR. Muslim)

Hadis ini sering menjadi pijakan ulama dalam menetapkan hukum jual beli emas. Maka, salah satu prinsip penting dalam investasi emas dalam Islam adalah: harus dilakukan secara tunai, tidak boleh spekulatif, dan bebas dari riba.

Baca Juga: Mau ke Dokter Kandungan? Ini 5 Tips Islami Agar Tidak Terjebak pada Pelecehan Seksual

Berikut beberapa tips investasi emas menurut pandangan Islam yang perlu kamu tahu sebelum ikut-ikutan tren beli logam mulia:

1. Pastikan Akad Jual-Beli Sesuai Syariah

Hindari akad yang bersifat tangguh atau tidak tunai, apalagi jika melalui platform online yang tidak menjamin qabd haqiqi (serah terima secara fisik). Jika membeli emas digital, pastikan emas tersebut benar-benar dimiliki dan bisa ditarik fisiknya.

2. Hindari Spekulasi dan Praktik Riba

Islam menolak spekulasi murni (gharar) dan transaksi yang mengandung ketidakjelasan. Jika kamu membeli emas hanya karena ikut-ikutan atau berharap harga naik lalu buru-buru dijual, berhati-hatilah. Ini bisa masuk wilayah maisir (judi) jika tidak disertai niat investasi jangka panjang dan ilmu yang cukup.

3. Niatkan untuk Menjaga Kekayaan, Bukan Menimbun

Dalam Al-Qur’an, Allah memperingatkan:

"Orang-orang yang menimbun emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukan kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih." (QS. At-Taubah: 34).

Artinya, emas yang hanya ditimbun demi kepentingan pribadi tanpa ada niat berbagi atau manfaat, justru bisa menjadi beban kelak.

4. Zakat Emas Tetap Wajib

Jika simpanan emasmu sudah mencapai nisab (senilai 85 gram emas) dan disimpan selama satu tahun (haul), maka kamu wajib menunaikan zakat sebesar 2,5%. Jangan lupa, investasi yang berkah adalah investasi yang memberi manfaat, bukan hanya bertambah secara nominal.

5. Jangan Jadikan Emas Sebagai Satu-satunya Instrumen Investasi

Diversifikasi tetap penting. Islam tidak melarang mencari keuntungan dunia, selama tidak melupakan tanggung jawab sosial dan spiritual. Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang.

Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 15 April 2025: Kompak Turun, Waktunya Borong!

Kenaikan harga emas Antam hari ini bukan hanya berita ekonomi, tapi panggilan untuk refleksi. Bagi seorang Muslim, investasi bukan sekadar soal cuan, tapi soal keberkahan. Emas memang menarik, tapi jangan biarkan kita terjebak pada obsesi materi yang membutakan nurani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.