Panduan Lengkap Zakat Fitrah: Niat, Tata Cara, dan Waktu Pembayaran

AKURAT.CO Zakat fitrah adalah kewajiban setiap Muslim yang mampu, sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Selain itu, zakat fitrah berfungsi sebagai wujud kepedulian sosial terhadap mereka yang membutuhkan.
Agar zakat yang ditunaikan sah sesuai syariat Islam, penting untuk memahami niat, tata cara, dan waktu pembayarannya secara benar.
Apa Itu Zakat Fitrah?
Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dibayarkan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa, sebelum Hari Raya Idulfitri.
Tujuan utama dari zakat fitrah adalah membersihkan diri dari kekurangan selama berpuasa dan membantu masyarakat yang kurang mampu agar dapat merayakan Idulfitri dengan layak.
Seseorang wajib membayar zakat fitrah jika memenuhi tiga syarat utama, yaitu:
-
Masih hidup hingga menjelang Idulfitri. Jika seseorang meninggal sebelum matahari terbenam di malam Idulfitri, maka ia tidak wajib zakat.
-
Berstatus sebagai orang merdeka. Budak atau hamba sahaya di masa lalu tidak diwajibkan membayar zakat fitrah.
-
Memiliki kecukupan harta. Jika seseorang memiliki cukup makanan untuk dirinya dan keluarganya pada Hari Raya, maka ia wajib membayar zakat fitrah.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2025, DAMRI Gandeng McEasy Pantau Situasi di Dalam Bus Secara Langsung
Niat Zakat Fitrah
Niat merupakan bagian penting dalam pembayaran zakat fitrah. Berikut ini adalah beberapa bacaan niat berdasarkan orang yang dibayarkan zakatnya:
-
Untuk diri sendiri:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ." -
Untuk istri:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِي فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ." -
Untuk anak laki-laki:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِي ... فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ." -
Untuk anak perempuan:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِي ... فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ." -
Untuk seluruh anggota keluarga:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّي وَعَنْ جَمِيعِ مَا يَلْزَمُنِي نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ." -
Untuk orang lain yang diwakilkan:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (...) فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ."
Tata Cara Pembayaran Zakat Fitrah
-
Menentukan Jumlah Orang yang Dizakati
Seorang kepala keluarga wajib membayar zakat fitrah untuk dirinya sendiri serta anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, seperti istri, anak-anak, dan orang tua yang tidak memiliki penghasilan. -
Mengetahui Besaran Zakat
Zakat fitrah dapat dibayarkan dalam bentuk makanan pokok seperti beras sebanyak 2,5 kg per orang. Jika diganti dengan uang, nominalnya harus setara dengan harga bahan makanan tersebut. -
Menunaikan Zakat di Waktu yang Tepat
Waktu pembayaran zakat fitrah terbagi menjadi beberapa kategori:-
Waktu Wajib: Setelah matahari terbenam di akhir Ramadan.
-
Waktu Sunnah: Dari Subuh hingga sebelum shalat Idulfitri.
-
Waktu Mubah: Sejak awal Ramadan hingga sebelum shalat Idulfitri.
-
Waktu Makruh: Setelah shalat Idulfitri namun sebelum matahari terbenam.
-
Waktu Haram: Setelah matahari terbenam pada Hari Raya Idulfitri.
Sebaiknya, zakat fitrah dibayarkan menjelang akhir Ramadan agar dapat segera disalurkan kepada yang berhak menerimanya.
-
-
Menyerahkan Zakat kepada Mustahik
Zakat fitrah harus diberikan kepada golongan yang berhak menerima (mustahik), seperti fakir, miskin, atau pihak yang membutuhkan. Penyaluran zakat dapat dilakukan secara langsung atau melalui lembaga amil zakat agar distribusinya lebih merata dan tepat sasaran.
Baca Juga: Niat Zakat Fitrah, Ini Lafaz dan Waktu Pelaksanaannya
Doa Penerima Zakat untuk Pemberi Zakat
Setelah zakat diterima, mustahik dianjurkan untuk mendoakan pemberi zakat dengan bacaan berikut:
أَجَرَكَ اللّٰهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا
"Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberkahi harta yang kau simpan serta menjadikannya sebagai penyucian bagimu."
Zakat fitrah adalah ibadah wajib yang memiliki makna spiritual dan sosial dalam Islam. Dengan menunaikannya sesuai tuntunan syariat, seorang Muslim tidak hanya menyucikan dirinya dari kekurangan selama Ramadan, tetapi juga membantu meringankan beban mereka yang membutuhkan.
Jika tidak memungkinkan untuk menunaikannya langsung, zakat fitrah juga dapat dibayarkan melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atau lembaga terpercaya lainnya, sehingga distribusinya lebih optimal dan tepat sasaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










