Innalilahi! 4 Korban Kecelakaan Bus Jemaah Umrah Ternyata Satu Keluarga

AKURAT.CO Empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal dalam kecelakaan bus jemaah umrah di Wadi Qudeid, Arab Saudi, ternyata berasal dari satu keluarga.
Mereka adalah Dawam Mahmud, Sumarsih Djarudin, Areline Nawallya Adam, dan Audrya Malika Adam.
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron Ambary, mengonfirmasi bahwa keempat jenazah akan dimakamkan di Arab Saudi sesuai dengan permintaan keluarga.
"Kementerian Luar Negeri telah berkomunikasi dengan keponakan almarhum Dawam Mahmud, dan pihak keluarga menghendaki agar seluruh jenazah dimakamkan di Arab Saudi," ungkapnya dalam pernyataan resmi, Sabtu (22/3/2025).
Baca Juga: Korban Kecelakaan Bus Jemaah Umroh Dimakamkan di Indonesia atau di Arab Saudi?
Kecelakaan tragis ini terjadi pada Jumat, saat sebuah jeep yang melaju dari arah berlawanan melewati median jalan dan bertabrakan dengan bus yang membawa jemaah umrah.
Benturan keras menyebabkan bus terguling dan terbakar, menewaskan enam orang, termasuk empat anggota keluarga Dawam Mahmud.
Selain korban meninggal, kecelakaan ini juga menyebabkan 14 orang lainnya mengalami luka-luka, tiga di antaranya dalam kondisi serius.
Berbagai pihak turut menyampaikan belasungkawa atas musibah ini. Sekolah Insan Cendekia Madani berduka atas wafatnya Audrya Malika Adam, yang merupakan siswi kelas X IPA 2 di sekolah tersebut.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian Audrya dan keluarganya dalam musibah ini," demikian pernyataan resmi sekolah.
Ungkapan duka juga datang dari SMP Islam Al Azhar 14 Semarang, tempat Areline dan Audrya pernah menimba ilmu.
"Keluarga besar SMP Islam Al Azhar 14 turut berduka cita atas wafatnya Bapak Dawam, Ibu Ade, Areline, dan Audrya saat menjalankan ibadah umrah di Mekkah," tulis pihak sekolah.
Kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam perjalanan ibadah, terutama bagi jemaah umrah dan haji.
Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










