Akurat

Ustaz Muhamad Abror Sebut Judi Online Lebih Bahaya Daripada Judi Konvensional, Ini Alasannya

Fajar Rizky Ramadhan | 17 Maret 2025, 17:26 WIB
Ustaz Muhamad Abror Sebut Judi Online Lebih Bahaya Daripada Judi Konvensional, Ini Alasannya

AKURAT.CO Di tengah keberkahan bulan Ramadhan, umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah, baik yang wajib seperti salat lima waktu dan puasa, maupun yang sunah seperti salat Tarawih, i’tikaf, dan sedekah. Namun, fenomena judi online yang masih marak di masyarakat menjadi hal yang meresahkan.

Dalam program Kultum Ramadhan Akurat.co, Senin (17/3/2025), Ustaz Muhamad Abror, M.A., dosen Ma'had Aly Sa'iidushidiqiyah Jakarta dan alumni Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyoroti bahaya judi online yang semakin mengkhawatirkan.

"Allah Subhanahu wa Ta'ala secara tegas melarang perbuatan judi dalam Al-Qur’an. Dalam ayat yang jelas disebutkan, 'Fajtanibuh'—artinya jauhilah. Ini adalah kalimat perintah yang menunjukkan larangan mutlak dari Allah," tegas Ustaz Abror.

Baca Juga: Ustaz Firdaus Yusuf Ajak Manfaatkan Era Digital untuk Perkuat Ibadah di Bulan Suci

Menurutnya, judi bukan sekadar permainan atau hiburan, melainkan perangkap setan yang dirancang untuk menghancurkan kehidupan manusia. Ia menambahkan bahwa judi menciptakan ilusi kemenangan dan harapan palsu, yang pada akhirnya hanya membuat para pelakunya jatuh dalam kehancuran.

"Tidak ada orang yang menjadi kaya karena judi. Justru, yang ada adalah harta habis, utang menumpuk, dan keluarga berantakan," ujarnya.

Ustaz Muhamad Abror juga menyoroti bahwa judi online lebih berbahaya dibandingkan judi konvensional. Jika judi konvensional masih memiliki keterbatasan tempat dan akses, judi online justru bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, hanya dengan modal gadget dan koneksi internet.

"Kalau judi konvensional, mungkin masih ada rasa malu jika terlihat orang. Tapi judi online bisa dilakukan diam-diam, tanpa ada yang tahu. Ini yang membuatnya lebih berbahaya," jelasnya.

Selain itu, judi online sering kali menawarkan modal awal yang kecil dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, kenyataannya, para pemain judi online justru semakin terjerumus dalam lingkaran utang dan kehancuran finansial.

"Semua orang yang terjerumus dalam judi online, kita lihat sendiri, hartanya habis, keluarganya berantakan, dan utangnya menumpuk. Ini bukan sekadar masalah finansial dan sosial, tetapi juga persoalan iman," kata Ustaz  Abror.

Ia menegaskan bahwa judi menunjukkan ketidakpercayaan seseorang terhadap rezeki yang telah dijamin oleh Allah. Para penjudi mencari jalan pintas untuk kaya dengan cara yang diharamkan, padahal Allah telah menjamin rezeki bagi seluruh makhluk-Nya.

Baca Juga: Kultum Ramadhan, Ustaz Lufaefi Ajak Ngabuburit yang Syar'i

"Bahkan seekor kuman yang kecil dan hidup di dalam luka pun Allah beri rezeki. Apalagi kita yang diberi akal dan fisik yang sempurna? Seharusnya kita bisa menjemput rezeki dengan cara yang halal," tambahnya.

Program Kultum Ramadhan Akurat.co, yang tayang setiap hari pukul 17.00 WIB di kanal YouTube Akurat.co, menghadirkan ceramah inspiratif selama bulan Ramadhan. Program ini didukung oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Jamkrindo sebagai upaya menyebarkan nilai-nilai Islami yang membawa kebaikan bagi masyarakat.

Ustaz Muhamad Abror mengajak umat Muslim untuk menjauhi judi dalam bentuk apa pun, terutama judi online yang semakin mudah diakses.

"Mari kita manfaatkan bulan suci ini untuk memperbanyak amal ibadah dan membersihkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah. Jangan sampai kita terjebak dalam perangkap setan yang menghancurkan kehidupan," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.