Memanfaatkan Saldo Dana Kaget untuk Menafkahi Keluarga, Halal atau Tidak?

AKURAT.CO Fenomena "saldo Dana kaget" semakin marak di era digital, di mana seseorang bisa menerima sejumlah uang secara tiba-tiba dari aplikasi e-wallet tanpa mengetahui sumbernya secara pasti.
Sebagian orang menganggapnya sebagai rezeki tak terduga, sementara yang lain meragukan kehalalannya.
Lantas, bagaimana hukum memanfaatkan saldo Dana kaget untuk menafkahi keluarga dalam perspektif Islam?
Islam menetapkan bahwa harta yang diperoleh seorang Muslim harus berasal dari sumber yang jelas dan halal. Prinsip ini ditegaskan dalam Al-Qur'an:
كلوا من طيبات ما رزقناكم ولا تطغوا فيه فيحل عليكم غضبي ومن يحلل عليه غضبي فقد هوى
"Makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan siapa yang ditimpa kemurkaan-Ku, sungguh ia akan binasa." (QS. Thaha: 81).
Baca Juga: Cara Termudah Tukar Uang Baru di Pintar BI, BCA, BSI, Mandiri dan BRI
Ayat ini menegaskan bahwa hanya rezeki yang baik (thalib) yang boleh dikonsumsi, sementara harta yang berasal dari sumber haram atau meragukan harus dijauhi.
Dalam konteks saldo Dana kaget, masalah utamanya adalah ketidakjelasan sumber dana tersebut.
Jika uang itu berasal dari transaksi yang sah, hadiah yang diperbolehkan, atau pemberian dengan niat baik, maka tidak ada larangan untuk menggunakannya.
Namun, jika uang itu berasal dari kesalahan sistem, fraud, atau dana yang bukan haknya, maka penggunaannya menjadi tidak diperbolehkan.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
إن الحلال بيِّن وإن الحرام بيِّن وبينهما أمور مشتبهات لا يعلمهن كثير من الناس فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه
"Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara yang syubhat (samar), yang tidak diketahui oleh banyak orang. Barang siapa menjaga diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya." (HR. Muslim)
Dari hadis ini, dapat dipahami bahwa saldo Dana kaget masuk dalam kategori syubhat jika sumbernya tidak jelas.
Seorang Muslim yang berhati-hati sebaiknya menghindari menggunakannya, apalagi untuk menafkahi keluarga.
Nafkah keluarga dalam Islam merupakan amanah besar yang harus dipenuhi dengan cara yang halal. Rasulullah ﷺ mengingatkan:
أيما جسد نبت من سحت فالنار أولى به
"Setiap daging yang tumbuh dari harta haram, maka neraka lebih pantas baginya." (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Aplikasi Penghasil Saldo Dana Gratis dalam Perspektif Mu’amalah Islam
Sebagai bentuk kehati-hatian, jika seseorang menerima saldo Dana kaget, langkah yang dapat diambil adalah mencari tahu sumbernya.
Jika berasal dari kesalahan sistem atau bukan haknya, sebaiknya dikembalikan atau disedekahkan tanpa niat mengambil manfaat pribadi.
Namun, jika jelas berasal dari pemberian sah, maka tidak ada masalah untuk menggunakannya.
Dalam kesimpulannya, menafkahi keluarga dengan saldo Dana kaget bergantung pada sumbernya.
Jika halal dan berasal dari pemberian yang sah, maka boleh digunakan. Jika tidak jelas atau berasal dari kesalahan sistem, maka lebih baik dihindari untuk menjaga keberkahan nafkah keluarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









