Akurat

Menteri Agama Nasaruddin Umar Umumkan Libur Sekolah Mulai 21 Maret 2025

Fajar Rizky Ramadhan | 15 Maret 2025, 15:44 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar Umumkan Libur Sekolah Mulai 21 Maret 2025

AKURAT.CO Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa libur Lebaran 1446 H/2025 M bagi sekolah akan berlangsung selama kurang lebih 20 hari. Keputusan ini diambil untuk memperpanjang rentang waktu perjalanan mudik guna mengurangi kemacetan.

"Kami memang mengusulkan supaya memberi waktu lebih panjang masa liburan ini. Tadinya kita sepakati edaran pertama itu tanggal 24 Maret 2025, tapi karena madrasah liburnya lebih ada hari Jumat, di situ ada hari Jumat, Sabtu, ya makanya kita ubah itu menjadi tanggal 21 Maret 2025," ujar Menag Nasaruddin dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Idulfitri 1446 H/2025 M di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK - PTIK), Jakarta, Senin (10/3/2025).

Dengan dimulainya libur Lebaran pada 21 Maret 2025, diharapkan masyarakat memiliki waktu yang lebih luas untuk perjalanan mudik.

"Dengan demikian rentang perjalanan mudik ini nanti akan lebih panjang, kurang lebih 20 hari jadi bisa lebih panjang untuk masyarakat, bisa dipakai untuk mengurai kemacetan yang bisa terjadi," jelasnya.

Baca Juga: Jadwal Libur Sekolah Ramadhan 2025, Cek Tanggalnya!

Selain menyesuaikan jadwal libur, Kementerian Agama (Kemenag) juga berinisiatif mengoptimalkan peran masjid sebagai tempat persinggahan bagi pemudik. Masjid-masjid yang berada di jalur mudik diharapkan dapat menyediakan fasilitas bagi para musafir.

"Masjid-masjid yang dilewati jalur pemudik itu diharapkan menyiapkan air minum gratis, karena di dalam hukum Islam itu, musafir itu adalah mujahid, musafir itu sangat berpahala kita kalau kita beri makan dan beri minum," ungkap Nasaruddin, yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.

Selain air minum gratis, Menag juga mendorong pengurus masjid untuk menyediakan berbagai fasilitas tambahan bagi pemudik, seperti tempat istirahat, ruang khusus perempuan, dapur kecil untuk ibu menyusui, serta tempat pengisian daya handphone dan motor listrik.

"Kami mencoba untuk berkoordinasi dengan para pengurus masjid agar diperbaiki toiletnya, karena kalau kita mengandalkan semuanya di rest area, di tol-tol tertentu, itu nanti akan terjadi penumpukan. Jadi nanti kita akan menciptakan satu kondisi di masjid itu juga sebagai tempat pemberhentian yang paling bagus," pungkasnya.

Keputusan ini disambut baik oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan jauh. Dengan adanya masjid sebagai posko Lebaran, pemudik diharapkan dapat beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.