Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025, Benarkah Ibu Hamil Harus Sembunyi di Kolong?

AKURAT.CO Fenomena gerhana bulan total yang akan terjadi pada 14 Maret 2025 tentu menjadi peristiwa langit yang menarik perhatian.
Di Indonesia, gerhana bulan sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan tradisional, salah satunya adalah anggapan bahwa ibu hamil harus bersembunyi di bawah kolong tempat tidur atau meja saat gerhana berlangsung.
Konon, jika hal itu tidak dilakukan, bayi yang dikandung bisa terlahir dengan cacat atau mengalami hal buruk. Tapi, benarkah anggapan ini memiliki dasar yang kuat, terutama dalam sudut pandang Islam?
Islam adalah agama yang mengedepankan akal dan ilmu pengetahuan. Dalam menyikapi fenomena alam seperti gerhana, Islam menganjurkan umatnya untuk melihat peristiwa tersebut sebagai tanda kebesaran Allah, bukan sebagai sumber ketakutan atau mitos yang tidak berdasar.
Rasulullah SAW sendiri pernah menyaksikan gerhana matahari, dan dari peristiwa itu, beliau memberikan petunjuk bagaimana seharusnya seorang Muslim bersikap.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025, Fenomena Blood Moon yang Langka
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
"إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ"
Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana keduanya tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Maka, jika kalian melihat gerhana, berdoalah kepada Allah dan shalatlah sampai gerhana itu berakhir." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadis ini, jelas bahwa gerhana bulan maupun matahari adalah bagian dari fenomena alam yang menunjukkan kekuasaan Allah.
Islam mengajarkan umatnya untuk merespons peristiwa ini dengan ibadah, seperti memperbanyak doa, dzikir, istighfar, dan melaksanakan shalat gerhana (sholat khusuf).
Tidak ada satu pun dalil dalam Al-Qur’an maupun hadis yang mengaitkan gerhana dengan bahaya fisik, apalagi dengan ibu hamil.
Kepercayaan bahwa ibu hamil harus bersembunyi di kolong saat gerhana adalah mitos yang tidak memiliki dasar dalam Islam maupun ilmu pengetahuan.
Justru Islam menuntun umatnya untuk menjadikan momen ini sebagai pengingat akan kebesaran Allah dan kesempatan memperbanyak amal ibadah.
Dalam perspektif medis pun, tidak ada bukti ilmiah bahwa gerhana bulan bisa berdampak buruk pada kesehatan ibu hamil atau janin.
Gerhana adalah peristiwa astronomi yang terjadi karena posisi bumi, bulan, dan matahari sejajar sehingga bayangan bumi menutupi bulan.
Baca Juga: Islam Beberkan Makna Peristiwa Gerhana Bulan, Alasannya Sangat Ilmiah!
Sama sekali tidak ada radiasi atau pengaruh fisik yang bisa membahayakan manusia di bumi, termasuk ibu hamil.
Jadi, daripada takut dan bersembunyi di bawah kolong, lebih baik memanfaatkan momen gerhana bulan total 14 Maret 2025 ini untuk memperbanyak ibadah, merenungkan kebesaran Allah, dan menghilangkan mitos-mitos yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Biarlah langit berbicara lewat tanda-tanda-Nya, dan kita sebagai hamba meresponsnya dengan iman dan ilmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










