Awal Puasa Ramadhan NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah: Ini Perbedaannya!

AKURAT.CO Apakah bersamaan antara awal Puasa Ramadhan NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah? Setiap tahun, penetapan awal Ramadhan di Indonesia selalu menjadi perhatian umat Islam.
Perbedaan metode yang digunakan oleh Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Pemerintah terkadang membuat awal puasa jatuh pada hari yang sama, namun tak jarang juga berbeda.
Di tahun 2025, perbedaan ini kembali menjadi topik pembahasan yang menarik.
Awal Puasa Ramadhan Versi Pemerintah
Menurut Kalender Hijriah 2025 yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), awal Ramadhan 1446 H diperkirakan dimulai pada Sabtu, 1 Maret 2025, dan berlangsung hingga 1 April 2025.
Jadwal ini disusun berdasarkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan) yang menjadi pedoman Kemenag dalam menentukan awal bulan hijriah.
Dengan demikian, jika merujuk pada kalender ini, umat Islam di Indonesia akan memulai ibadah puasa pada 1 Maret 2025.
Baca Juga: Jadwal Awal Puasa Ramadhan NU, Apa Sama dengan Muhammadiyah?
Awal Puasa Ramadhan Versi NU
Di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU) hingga kini belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai awal puasa Ramadhan 2025.
NU, melalui Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), menggunakan metode kombinasi antara rukyatul hilal dan hisab dalam penentuan awal Ramadhan. Metode ini sejalan dengan pendekatan yang digunakan pemerintah.
Oleh karena itu, pengumuman awal puasa versi NU biasanya diumumkan bersamaan dengan keputusan pemerintah setelah dilakukan sidang isbat.
Awal Puasa Ramadhan Versi Muhamadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan awal Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Penetapan ini disampaikan dalam Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomis yang memastikan posisi bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam sebagai tanda dimulainya bulan hijriah.
Dengan metode ini, Muhammadiyah memastikan bahwa 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada tanggal 1 Maret 2025 tanpa menunggu konfirmasi hasil pengamatan hilal.
Baca Juga: Jadwal Libur Awal Puasa Ramadhan dan Cuti Bersama Puasa 2025, Termasuk Libur Sekolah
Menariknya, meskipun NU dan pemerintah menggunakan metode yang serupa, pengumuman mereka tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pengamatan di Indonesia.
Sementara Muhammadiyah lebih mengedepankan hasil hisab yang bersifat pasti dan tidak bergantung pada pengamatan visual.
Perbedaan ini bukanlah hal baru dalam tradisi Islam di Indonesia. Namun, di balik perbedaan tersebut, ada satu semangat yang sama, yaitu menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Bagaimanapun keputusan masing-masing organisasi, umat Islam di Indonesia diharapkan tetap menjunjung tinggi sikap toleransi dan saling menghormati dalam menyambut bulan suci ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








