Akurat

Puasa Nisfu Syakban 2025: Jadwal, Niat, dan Panduan Lengkap

Lufaefi | 12 Februari 2025, 10:15 WIB
Puasa Nisfu Syakban 2025: Jadwal, Niat, dan Panduan Lengkap

AKURAT.CO Puasa Nisfu Syakban merupakan salah satu ibadah sunnah yang sering diamalkan oleh umat Islam. Bulan Syakban sendiri memiliki keistimewaan karena menjadi bulan persiapan menjelang Ramadan.

Rasulullah SAW sering berpuasa di bulan ini sebagai bentuk peningkatan ibadah sebelum memasuki bulan suci.

Banyak umat Islam yang juga menjalankan puasa sunnah pada tanggal 15 Syakban, bertepatan dengan malam yang dikenal sebagai malam Nisfu Syakban, malam penuh ampunan dan keberkahan.

Pada tahun 2025, Nisfu Syakban diperkirakan jatuh pada hari Kamis, 14 Februari 2025. Malam Nisfu Syakban, yang sering digunakan sebagai waktu untuk memperbanyak doa dan istighfar, akan dimulai pada Rabu malam, 13 Februari 2025.

Meskipun demikian, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya berpuasa pada tanggal 15 Syakban saja, tetapi juga memperbanyak puasa di sepanjang bulan ini sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw.

Dalam sebuah hadis, Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa lebih banyak dalam satu bulan selain di bulan Syakban.

Hal ini menunjukkan bahwa Syakban merupakan bulan yang istimewa, di mana amal ibadah semakin ditingkatkan sebagai bentuk persiapan menuju Ramadan.

Oleh karena itu, menjalankan puasa di pertengahan bulan Syakban merupakan bagian dari sunnah yang dianjurkan.

Baca Juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban di Pagi Hari

Bagi umat Islam yang ingin berpuasa pada Nisfu Syakban, niatnya dapat diucapkan sejak malam hari atau pada pagi harinya sebelum waktu zawal (tergelincirnya matahari) jika belum makan atau minum apa pun. Niat puasa Nisfu Syakban dalam bahasa Arab adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Dalam transliterasi Latin, niat ini dibaca: Nawaitu shauma Sya’bāna sunnatan lillāhi ta’ālā.

Sementara artinya adalah: Aku niat berpuasa sunnah di bulan Syakban karena Allah Ta’ala.

Bagi yang berniat sejak malam hari, niat ini dapat disesuaikan dengan menambahkan kata ghadin yang berarti “besok,” sehingga menjadi:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Yang artinya: Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan sunnah Syakban karena Allah Ta’ala.

Dalam menjalankan puasa Nisfu Syakban, dianjurkan untuk melaksanakan sahur sebelum waktu Subuh, karena dalam sahur terdapat keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa makan sahur adalah salah satu pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa umat lain.

Setelah itu, puasa dilaksanakan dengan menjaga niat dan menjauhkan diri dari perbuatan yang bisa mengurangi pahala ibadah, seperti berkata buruk, bergosip, atau bertengkar.

Saat berbuka, dianjurkan untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW, yaitu berbuka dengan kurma atau air putih jika tidak ada kurma. Doa berbuka puasa yang diajarkan oleh Nabi adalah:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Doa ini dalam transliterasi Latin dibaca: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alayka tawakkaltu wa ‘ala rizqika afthartu.

Yang artinya: Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.

Selain menjalankan puasa, malam Nisfu Syakban juga menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak doa dan istighfar.

Banyak ulama yang menyebutkan bahwa pada malam ini, Allah membuka pintu pengampunan bagi hamba-hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang masih dalam keadaan syirik atau memiliki permusuhan dengan sesama.

Baca Juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban di Pagi Hari

Oleh karena itu, selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, menghindari pertengkaran, serta memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, dan melaksanakan salat malam.

Meskipun tidak ada kewajiban untuk berpuasa pada tanggal 15 Syakban, banyak ulama yang membolehkan puasa ini sebagai bagian dari anjuran memperbanyak ibadah di bulan Syakban.

Yang terpenting adalah menjalankan puasa dengan niat yang ikhlas dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang diwajibkan. Dengan demikian, puasa Nisfu Syakban dapat menjadi salah satu bentuk persiapan spiritual menuju bulan Ramadan yang mulia.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan memberikan keberkahan dalam hidup kita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.