Akurat

Harga Emas Antam dan Pesan Islam dalam Transaksi Investasi Syariah

Lufaefi | 11 Februari 2025, 13:30 WIB
Harga Emas Antam dan Pesan Islam dalam Transaksi Investasi Syariah

AKURAT.CO Harga emas Antam terus mengalami fluktuasi, mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebijakan moneter hingga kondisi geopolitik dunia.

Sebagai salah satu instrumen investasi yang paling diminati, emas memiliki daya tarik tersendiri karena sifatnya yang tahan terhadap inflasi dan nilai intrinsiknya yang stabil.

Dalam Islam, transaksi investasi, termasuk emas, memiliki aturan khusus yang bertujuan untuk menjaga keadilan dan menghindari praktik yang merugikan salah satu pihak.

Islam menekankan bahwa setiap transaksi ekonomi harus sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah yang adil, transparan, dan bebas dari unsur yang diharamkan seperti riba, gharar (ketidakpastian), dan maisir (spekulasi). Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

"Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS. Al-Baqarah: 275)

Ayat ini menjadi landasan utama dalam transaksi investasi syariah. Islam tidak melarang seseorang untuk mencari keuntungan, tetapi menekankan agar cara yang ditempuh harus halal dan tidak merugikan pihak lain.

Baca Juga: Proxy Site VPN dan Etika Bermedia dalam Islam: Menjaga Keamanan Digital dengan Prinsip Syariah

Dalam konteks investasi emas, Islam membolehkan jual beli emas selama dilakukan secara tunai dan tidak ada unsur spekulasi yang berlebihan. Rasulullah ﷺ bersabda:

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ، مِثْلًا بِمِثْلٍ، يَدًا بِيَدٍ، فَمَنْ زَادَ أَوِ اسْتَزَادَ فَقَدْ أَرْبَى، الْآخِذُ وَالْمُعْطِي فِيهِ سَوَاءٌ

"Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jelai dengan jelai, kurma dengan kurma, garam dengan garam harus sama dan tunai. Jika ada tambahan atau penundaan, maka itu adalah riba. Baik yang memberi maupun yang menerima sama-sama berdosa." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa transaksi emas harus dilakukan secara tunai agar terhindar dari riba, terutama jika emas tersebut diperjualbelikan dengan emas lain atau dengan mata uang.

Oleh karena itu, investasi emas dalam bentuk fisik seperti emas batangan atau koin lebih sesuai dengan syariat dibandingkan dengan perdagangan emas berjangka yang sering mengandung unsur spekulasi.

Selain investasi emas, Islam juga memberikan pedoman tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim berinvestasi secara umum. Islam mendorong umatnya untuk berinvestasi dalam sektor riil yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat. Rasulullah ﷺ bersabda:

التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الْأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ

"Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang jujur, dan para syuhada." (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menggarisbawahi pentingnya kejujuran dan integritas dalam aktivitas ekonomi, termasuk dalam investasi.

Seorang Muslim dianjurkan untuk memilih investasi yang halal dan berdampak positif bagi masyarakat, seperti saham syariah, reksadana syariah, atau properti yang digunakan untuk tujuan yang baik.

Islam juga mengajarkan bahwa investasi seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga memperhatikan aspek keberkahan dan manfaat sosial. Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad)

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa investasi dalam Islam bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga harus membawa manfaat yang luas bagi umat.

Baca Juga: Aplikasi Penghasil Saldo Dana Gratis: Benarkah Sesuai dengan Etika Bisnis Islam?

Dengan demikian, seorang Muslim yang ingin berinvestasi harus memastikan bahwa modalnya digunakan untuk sesuatu yang halal, transaksinya bebas dari riba dan gharar, serta membawa dampak positif bagi masyarakat.

Dalam konteks kenaikan harga emas, penting bagi seorang Muslim untuk memahami esensi investasi syariah dan menjadikannya sebagai bagian dari strategi keuangan yang bertanggung jawab.

Emas bisa menjadi pilihan investasi yang baik, tetapi harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan prinsip Islam.

Begitu pula dengan instrumen investasi lainnya, yang harus selalu berpegang pada nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan keberkahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.