Sinopsis Film Total Recall dan Hikmahnya bagi Seorang Muslim

AKURAT.CO Sinopsis Film Total Recall dan hikmahnya bagi seorang Muslim patut diapresiasi. Di dunia yang penuh ilusi dan manipulasi, bagaimana seseorang bisa benar-benar mengetahui siapa dirinya?
Inilah premis yang diangkat dalam Total Recall (1990), sebuah film fiksi ilmiah yang mengajak penonton merenungkan makna identitas, kenyataan, dan kehendak bebas.
Film yang disutradarai oleh Paul Verhoeven ini diadaptasi dari cerita pendek We Can Remember It for You Wholesale karya Philip K. Dick.
Dengan latar dunia futuristik yang penuh teknologi canggih, Total Recall tidak hanya menghadirkan aksi mendebarkan tetapi juga menyelipkan pertanyaan filosofis yang dapat dikaitkan dengan ajaran Islam.
Kisah Douglas Quaid dan Pencarian Jati Diri
Douglas Quaid (diperankan oleh Arnold Schwarzenegger) adalah seorang pekerja konstruksi yang menjalani kehidupan sederhana bersama istrinya, Lori.
Namun, ia terus dihantui oleh mimpi tentang Mars, sebuah planet yang tampaknya memiliki kaitan erat dengan masa lalunya.
Rasa penasarannya membawanya ke Rekall, sebuah perusahaan yang dapat menanamkan ingatan buatan ke dalam otak manusia.
Quaid ingin merasakan petualangan sebagai agen rahasia di Mars, tetapi setelah prosedur dimulai, semuanya berubah kacau.
Ia tiba-tiba menyadari bahwa hidupnya selama ini mungkin hanya ilusi—dan bahwa dirinya mungkin bukan sekadar pekerja konstruksi biasa.
Baca Juga: Link Nonton Film IndoXXI LK21 dan Ancaman Konten Bajakan: Perspektif Islam dalam Al-Qur’an
Seiring berjalannya cerita, Quaid menemukan bahwa identitas aslinya adalah Carl Hauser, seorang agen pemerintah yang dulu bekerja untuk diktator korup di Mars.
Namun, dalam pencariannya, ia menghadapi dilema besar: apakah ia harus kembali menjadi Hauser yang lama atau tetap menjadi Quaid yang baru, yang lebih peduli pada keadilan dan kebebasan?
Film ini mempermainkan batas antara realitas dan ilusi, antara takdir yang sudah ditentukan dan kebebasan memilih jalan hidup sendiri.
Hikmah bagi Seorang Muslim: Mengenali Diri dan Kebebasan Memilih
Dalam Islam, konsep identitas dan pencarian jati diri sangat penting. Dalam Total Recall, Quaid berjuang memahami siapa dirinya sebenarnya, dan ini mencerminkan perjalanan spiritual seorang Muslim dalam mengenal hakikat dirinya sebagai hamba Allah. Seperti yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an:
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik." (QS. Al-Hasyr: 19)
Ayat ini mengajarkan bahwa manusia yang melupakan Allah akan kehilangan pemahaman tentang jati dirinya.
Quaid, dalam pencariannya, mengalami krisis identitas—seperti manusia yang tersesat dalam kehidupan dunia tanpa mengenal tujuan sejati.
Islam mengajarkan bahwa identitas sejati manusia bukanlah status sosial atau memori yang tertanam di otaknya, tetapi ruh yang tunduk kepada Allah.
Selain itu, film ini juga menggambarkan konsep kehendak bebas (ikhtiyar) yang sejalan dengan ajaran Islam.
Quaid menghadapi pilihan untuk kembali ke masa lalunya sebagai Hauser atau melanjutkan hidup sebagai dirinya yang baru.
Dalam kehidupan nyata, setiap Muslim juga dihadapkan pada pilihan antara mengikuti hawa nafsu atau menempuh jalan kebenaran. Allah memberi manusia akal untuk memilih, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan keburukan)." (QS. Al-Balad: 10)
Quaid memilih untuk melawan kejahatan dan memperjuangkan keadilan, meskipun ia tahu bahwa jalannya penuh rintangan.
Ini mengajarkan bahwa dalam hidup, seseorang tidak boleh menyerah pada takdir yang dianggap sudah tertulis jika ia memiliki kesempatan untuk berubah.
Dalam Islam, takdir bukan berarti pasrah begitu saja, melainkan usaha maksimal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.
Merenungi Hakikat Realitas dan Dunia yang Sementara
Dalam Total Recall, realitas sering kali dipertanyakan. Apakah pengalaman Quaid nyata, atau hanya ilusi yang diciptakan oleh Rekall? Ini mengingatkan kita pada konsep dunia sebagai ujian sementara. Dalam Islam, dunia sering digambarkan sebagai sesuatu yang menipu:
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?" (QS. Al-An’am: 32)
Quaid berjuang membedakan antara kenyataan dan ilusi, sebagaimana manusia dalam kehidupan ini harus menyadari bahwa kesenangan dunia hanyalah fana.
Seorang Muslim diingatkan untuk tidak tertipu oleh kemewahan dunia dan untuk selalu mencari kebenaran yang sejati—yaitu keimanan kepada Allah dan kehidupan setelah mati.
Kesimpulannya, Total Recall bukan hanya film aksi biasa, tetapi juga sebuah eksplorasi filosofis tentang identitas, kehendak bebas, dan realitas.
Bagi seorang Muslim, kisah Quaid dapat dijadikan cerminan bahwa kehidupan ini penuh ujian dan bahwa seseorang harus berjuang untuk mengenali dirinya yang sejati—sebagai hamba Allah.
Seperti Quaid yang menolak kembali menjadi Hauser yang lama, seorang Muslim juga harus terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, tidak kembali pada keburukan masa lalu, dan selalu mencari kebenaran hakiki dalam kehidupan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









