Video Live Draw Toto Macau Hari Ini: Fenomena Perjudian Online dalam Tinjauan Fiqih Islam

AKURAT.CO Video live Draw Toto Macau hari ini apakah sesuai dengan aturan Islam?
Perkembangan teknologi telah membawa berbagai kemudahan, termasuk dalam dunia hiburan dan permainan daring.
Salah satu fenomena yang semakin marak adalah perjudian online, seperti Toto Macau, yang menarik banyak orang untuk ikut serta dalam taruhan berbasis keberuntungan.
Dengan adanya fitur live draw, para pemain bisa menyaksikan langsung hasil undian yang menentukan apakah mereka menang atau kalah. Namun, bagaimana pandangan Islam terhadap fenomena ini?
Dalam fiqih Islam, perjudian atau maisir adalah perbuatan yang dilarang karena mengandung unsur ketidakpastian (gharar), eksploitasi, serta berpotensi merusak individu dan masyarakat.
Al-Qur’an dengan tegas melarang segala bentuk perjudian dalam beberapa ayat, salah satunya adalah dalam Surah Al-Ma'idah ayat 90:
إنما الخمر والميسر والأنصاب والأزلام رجس من عمل الشيطان فاجتنبوه لعلكم تفلحون
"Sesungguhnya khamar, judi, (berkorban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung." (QS. Al-Ma’idah: 90)
Ayat ini menunjukkan bahwa judi termasuk dalam kategori rijs (najis atau perbuatan kotor) yang berasal dari setan.
Oleh karena itu, Islam tidak hanya melarang praktik perjudian secara langsung, tetapi juga memerintahkan untuk menjauhinya agar seseorang dapat meraih keberuntungan sejati, yaitu ketenangan dan keberkahan dalam hidup.
Baca Juga: Kalender Jawa Weton Hari Ini, 7 Februari 2025: Hikmah di Balik Tradisi dan Pandangan Islam
Perjudian online, seperti Toto Macau, tidak berbeda dengan bentuk perjudian tradisional yang telah dilarang dalam Islam.
Dalam sistemnya, pemain harus mempertaruhkan uang dengan harapan mendapatkan hasil lebih besar, tetapi pada dasarnya, semua bergantung pada keberuntungan dan spekulasi.
Ini bertentangan dengan prinsip Islam yang menekankan usaha halal dan kerja keras sebagai cara mendapatkan rezeki. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 188, Allah berfirman:
ولا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل وتدلوا بها إلى الحكام لتأكلوا فريقا من أموال الناس بالإثم وأنتم تعلمون
"Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 188)
Ayat ini mengajarkan bahwa harta harus diperoleh dengan cara yang benar dan halal. Perjudian, baik dalam bentuk tradisional maupun modern seperti yang ditawarkan melalui platform online, adalah contoh dari cara memperoleh harta secara batil.
Dalam banyak kasus, perjudian juga menyebabkan banyak individu kehilangan harta mereka, menjerumuskan mereka ke dalam kesulitan finansial, dan bahkan mendorong mereka untuk berbuat kejahatan.
Dari sisi fiqih, mayoritas ulama sepakat bahwa segala bentuk perjudian, termasuk yang berbasis online, hukumnya haram.
Imam Al-Ghazali dalam karyanya Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa perjudian mengandung unsur gharar (ketidakpastian) yang sangat tinggi, di mana seseorang bisa kehilangan hartanya dalam sekejap tanpa ada timbal balik yang adil.
Selain itu, perjudian juga bisa menimbulkan kecanduan, yang pada akhirnya mengganggu ibadah dan tanggung jawab seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ juga memperingatkan umatnya tentang bahaya perjudian, bahkan dalam bentuk ajakan sekalipun:
من قال لصاحبه تعال أقامرك فليتصدق
"Barang siapa berkata kepada temannya, ‘Mari berjudi!’ maka hendaklah ia bersedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Kalender Jawa Weton Hari Ini, 7 Februari 2025: Antara Kepercayaan Leluhur dan Akidah Islam
Hadis ini menunjukkan bahwa sekadar mengajak seseorang untuk berjudi saja sudah merupakan kesalahan yang harus ditebus dengan sedekah, apalagi jika seseorang benar-benar melakukannya.
Islam ingin menjaga umatnya dari segala bentuk perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain, termasuk dalam hal keuangan dan moral.
Melihat dampak buruk perjudian online, penting bagi umat Islam untuk menghindari segala bentuk praktik yang menyerupai judi, termasuk permainan yang berbasis keberuntungan dan taruhan.
Islam menganjurkan umatnya untuk mencari hiburan yang halal dan mendapatkan rezeki dengan cara yang sesuai syariat, seperti berdagang, bekerja, atau berinvestasi dalam bisnis yang etis.
Dengan cara ini, seseorang tidak hanya menjaga keberkahan dalam hartanya, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih tenang dan penuh ridha Allah.
Maka, meskipun video live draw Toto Macau hari ini mungkin tampak menarik bagi sebagian orang, dari sudut pandang fiqih Islam, hal itu tetap merupakan bagian dari perjudian yang harus dihindari.
Dengan memahami dalil-dalil yang telah dijelaskan, umat Islam diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih aktivitas yang sesuai dengan ajaran agama dan tidak terjebak dalam jebakan perjudian yang merugikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









