Akurat

Apakah Pacaran dengan Robot Cantik Termasuk Perbuatan Dosa?

Fajar Rizky Ramadhan | 2 Februari 2025, 08:30 WIB
Apakah Pacaran dengan Robot Cantik Termasuk Perbuatan Dosa?

AKURAT.CO Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam hubungan sosial.

Salah satu fenomena yang semakin banyak dibahas adalah hubungan romantis antara manusia dan robot yang dirancang dengan kecerdasan buatan, bahkan memiliki bentuk fisik menyerupai manusia, termasuk yang disebut sebagai "robot cantik."

Pertanyaan yang muncul adalah, apakah menjalin hubungan asmara atau pacaran dengan robot termasuk perbuatan dosa dalam perspektif Islam?

Hakikat Hubungan Manusia dan Robot

Dalam Islam, hubungan manusia dengan sesama makhluk memiliki dimensi moral dan hukum yang jelas. Manusia diciptakan dengan fitrah untuk berpasangan dan membangun hubungan yang sah melalui pernikahan. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menegaskan bahwa hubungan romantis dalam Islam diarahkan kepada pernikahan yang sah antara laki-laki dan perempuan sebagai bentuk ibadah dan pemenuhan kebutuhan emosional serta biologis secara halal.

Baca Juga: Link Nonton Film Indoxxi Streaming LK21 Subtitle Indonesia yang Mengarah pada Kemaksiatan, Apa Pandangan Islam?

Robot, meskipun memiliki tampilan fisik dan perilaku yang menyerupai manusia, tetaplah benda mati yang tidak memiliki ruh, perasaan sejati, maupun tanggung jawab moral.

Oleh karena itu, hubungan emosional yang melibatkan perasaan cinta dan kasih sayang terhadap robot tidak sesuai dengan konsep pernikahan dan fitrah manusia yang telah ditentukan oleh Allah.

Pacaran dengan Robot dalam Perspektif Syariat

Pacaran dalam Islam sendiri sudah memiliki hukum yang jelas. Islam melarang segala bentuk hubungan yang mengarah pada perbuatan zina, baik secara fisik maupun secara emosional yang dapat menjurus pada fitnah. Allah berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra': 32)

Jika pacaran dengan sesama manusia saja berpotensi menjerumuskan pada zina, bagaimana dengan pacaran dengan robot?

Dalam hal ini, hubungan dengan robot memang tidak melibatkan manusia lain secara langsung, namun tetap menimbulkan bahaya lain, seperti kecanduan emosional yang menjauhkan seseorang dari interaksi sosial yang sehat dan kehidupan rumah tangga yang sesuai dengan syariat.

Selain itu, jika pacaran dengan robot melibatkan tindakan tidak senonoh atau kepuasan hawa nafsu melalui cara yang tidak diperbolehkan, maka hal itu bisa masuk dalam kategori perbuatan keji yang dilarang dalam Islam.

Dampak Psikologis dan Spiritual

Selain persoalan hukum, pacaran dengan robot juga dapat berdampak pada kondisi psikologis dan spiritual seseorang. Islam menekankan pentingnya menjaga hati dan akhlak dalam berinteraksi. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ فِيمَا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَافْعَلْ مَا شِئْتَ

Artinya: "Sesungguhnya di antara hal yang telah diketahui manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah: 'Jika engkau tidak malu, maka lakukanlah sesukamu'." (HR. Bukhari)

Baca Juga: 10 Pantun Ubur-Ubur Ikan Lele Tentang Motivasi Ibadah bagi Umat Islam

Hadis ini mengajarkan bahwa rasa malu adalah bagian dari iman. Jika seseorang mulai terbiasa dengan hubungan yang menyimpang dari fitrah, seperti menjalin hubungan romantis dengan robot, maka rasa malu yang seharusnya menjadi benteng moral bisa terkikis.

Akibatnya, seseorang bisa kehilangan orientasi dalam memahami hakikat cinta dan kasih sayang yang seharusnya hadir dalam hubungan manusia yang sesungguhnya.

Berdasarkan dalil-dalil di atas, dapat disimpulkan bahwa pacaran dengan robot cantik tidak sesuai dengan prinsip Islam.

Meskipun secara fisik robot tidak memiliki ruh atau kesadaran seperti manusia, hubungan emosional yang mendalam dengan robot dapat menjerumuskan seseorang pada penyimpangan dari fitrah, melemahkan nilai-nilai pernikahan, dan menimbulkan dampak negatif secara psikologis dan spiritual.

Islam mengajarkan bahwa cinta dan kasih sayang seharusnya terjalin dalam hubungan yang sah dan berkah, bukan dalam bentuk relasi yang semu dan tidak memiliki nilai hakiki dalam kehidupan manusia.

Oleh karena itu, umat Islam hendaknya tetap menjaga fitrah yang telah Allah tetapkan dan tidak terpengaruh oleh tren teknologi yang bertentangan dengan nilai-nilai syariat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.