Akurat

Puasa Sunnah Bulan Syaban Mulai Kapan? Ini Niat dan Tata Caranya Lengkap

Lufaefi | 1 Februari 2025, 06:00 WIB
Puasa Sunnah Bulan Syaban Mulai Kapan? Ini Niat dan Tata Caranya Lengkap

AKURAT.CO Bulan Sunnah bulan Syaban adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Ia menjadi jembatan antara bulan Rajab yang penuh keberkahan dan bulan Ramadhan yang suci.

Dalam berbagai riwayat, bulan ini disebut sebagai bulan persiapan menuju Ramadhan, di mana amalan-amalan sunnah dianjurkan, termasuk puasa sunnah.

Namun, kapan puasa sunnah Syaban dimulai, bagaimana niatnya, dan bagaimana tata cara pelaksanaannya?

Awal Puasa Sunnah Bulan Syaban

Puasa sunnah di bulan Syaban dapat dilakukan kapan saja sejak awal hingga menjelang Ramadhan, kecuali pada hari-hari yang dilarang berpuasa.

Rasulullah SAW sendiri diketahui sering berpuasa di bulan ini. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, beliau berkata:

"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa dalam satu bulan selain di bulan Syaban." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sangat mengutamakan puasa di bulan Syaban. Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau hampir berpuasa penuh di bulan ini, meskipun tidak sampai menyempurnakannya seperti di bulan Ramadhan.

Baca Juga: Nisfu Sya'ban: Keutamaan dan 5 Amalan Paling Besar Pahalanya

Namun, ada satu catatan penting yang perlu diperhatikan: pada tanggal 15 Syaban ke atas, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai keutamaan berpuasa.

Sebagian ulama berpendapat bahwa seseorang yang tidak memiliki kebiasaan puasa sebelumnya dianjurkan untuk tidak memulai puasa sunnah setelah tanggal 15 Syaban agar tubuh tetap kuat menyambut puasa Ramadhan. Hal ini berdasarkan hadits Nabi SAW:

"Jika telah masuk pertengahan Syaban, maka janganlah kalian berpuasa (sunnah) hingga datang bulan Ramadhan." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Namun, jika seseorang sudah terbiasa melakukan puasa sunnah sebelumnya, misalnya puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh, maka ia diperbolehkan untuk tetap berpuasa hingga menjelang Ramadhan.

Niat Puasa Sunnah Syaban

Sebagaimana puasa lainnya, puasa sunnah di bulan Syaban juga diawali dengan niat. Salah satu keutamaan puasa sunnah adalah niatnya bisa dilakukan sejak malam hari atau bahkan setelah terbit fajar, asalkan belum makan dan minum sejak subuh.

Berikut adalah niat puasa sunnah Syaban dalam bahasa Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah bulan Syaban karena Allah Ta’ala."

Namun, jika seseorang baru berniat di pagi hari, misalnya setelah bangun tidur dan belum makan atau minum sejak subuh, maka ia bisa mengucapkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: "Saya niat puasa hari ini karena Allah Ta’ala."

Tata Cara Puasa Sunnah Syaban

Secara umum, tata cara puasa sunnah di bulan Syaban tidak jauh berbeda dengan puasa wajib di bulan Ramadhan. Berikut langkah-langkahnya dalam bentuk narasi:

Seseorang yang ingin berpuasa sunnah di bulan Syaban disunnahkan untuk makan sahur, sebagaimana anjuran Rasulullah SAW.

Sahur bisa dilakukan kapan saja sebelum waktu subuh, tetapi yang paling utama adalah mendekati waktu fajar.

Setelah sahur, seseorang menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Selama menjalankan puasa, seseorang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah lain, seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan bersedekah. Selain itu, menjaga lisan dan hati dari perkataan serta perbuatan yang tidak baik juga sangat ditekankan. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan (puasanya meskipun) ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari).

Menjelang waktu maghrib, seseorang yang berpuasa sunnah Syaban dianjurkan untuk segera berbuka begitu adzan berkumandang. Berbuka bisa diawali dengan kurma atau air putih, sesuai dengan sunnah Nabi. Setelah itu, dianjurkan membaca doa berbuka puasa:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Artinya: "Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Jika memungkinkan, setelah berbuka dan shalat maghrib, seseorang bisa melanjutkan dengan shalat sunnah, baik shalat rawatib, tahajud, atau shalat sunnah lainnya.

Baca Juga: Berapa Hari Lagi Puasa 2025? Masya Allah, Tidak Lama Lagi!

Keutamaan Puasa di Bulan Syaban

Berpuasa di bulan Syaban memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah sebagai bentuk persiapan fisik dan spiritual menuju bulan Ramadhan. Selain itu, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid, ia bertanya kepada Rasulullah SAW,

"Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau banyak berpuasa di bulan lain sebagaimana engkau berpuasa di bulan Syaban?"

Rasulullah SAW menjawab:

"Itu adalah bulan yang sering dilupakan oleh manusia, yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Padahal, bulan itu adalah bulan diangkatnya amalan kepada Allah, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan berpuasa." (HR. Nasa'i).

Hadits ini menunjukkan bahwa bulan Syaban adalah waktu di mana catatan amal manusia diangkat ke langit. Oleh karena itu, Rasulullah SAW ingin amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa, sebuah amalan yang sangat mulia di sisi Allah.

Kesimpulannya, puasa sunnah di bulan Syaban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Waktunya bisa dimulai sejak awal bulan hingga menjelang Ramadhan, dengan memperhatikan anjuran untuk tidak berpuasa setelah pertengahan Syaban bagi yang tidak terbiasa.

Niatnya bisa dilakukan di malam hari atau di pagi hari sebelum terganggu oleh hal-hal yang membatalkan puasa. Tata caranya tidak jauh berbeda dengan puasa Ramadhan, tetapi memiliki keutamaan tersendiri sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci.

Dengan memahami niat dan tata cara puasa sunnah Syaban, semoga kita bisa menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dan mendapatkan keberkahan di bulan yang mulia ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.