Jika Dajjal Turun ke Bumi dan Banyak Pengikutnya, Apakah Akan Centang Biru?

AKURAT.CO Dunia digital saat ini mengenal simbol "centang biru" sebagai tanda verifikasi di media sosial. Ini diberikan kepada tokoh publik, selebritas, atau akun-akun yang dianggap berpengaruh dan autentik.
Namun, bagaimana jika Dajjal turun ke bumi dan memiliki banyak pengikut? Apakah ia juga akan mendapat "centang biru" sebagai tanda pengaruhnya?
Dalam perspektif Islam, kehadiran Dajjal merupakan fitnah terbesar bagi manusia, dan banyaknya pengikut bukan berarti kebenaran berpihak padanya.
Rasulullah ﷺ telah memperingatkan umat Islam tentang bahaya Dajjal dan bagaimana ia akan menipu banyak orang dengan keajaiban-keajaiban yang tampak luar biasa.
Dalam sebuah hadis shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْبَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ
"Dajjal akan diikuti oleh 70.000 orang dari kalangan Yahudi Ashbahan, mereka mengenakan jubah-jubah panjang." (HR. Muslim)
Baca Juga: Dampak Negatif Nonton Film Streaming LK21 dalam Pandangan Islam
Hadis ini menunjukkan bahwa Dajjal memang akan memiliki banyak pengikut. Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan bahwa sebagian besar pengikutnya berasal dari kelompok yang lemah imannya dan terpedaya oleh tipuannya.
Dajjal akan menampilkan berbagai "keajaiban" untuk meyakinkan manusia bahwa ia adalah Tuhan. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّهُ يَخْرُجُ وَمَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ، فَنَارُهُ جَنَّةٌ، وَجَنَّتُهُ نَارٌ
"Sesungguhnya dia (Dajjal) akan keluar membawa surga dan neraka. Maka nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka." (HR. Muslim)
Dalam konteks dunia digital, jika Dajjal hadir di era media sosial, kemungkinan besar ia akan memiliki pengaruh yang sangat luas, bahkan mungkin menjadi "influencer" terbesar dalam sejarah manusia.
Jika saat ini seseorang bisa mendapatkan centang biru karena memiliki pengaruh besar dan banyak pengikut, maka Dajjal, yang disebut sebagai fitnah terbesar, tentu lebih dari sekadar memiliki pengaruh—ia mengendalikan persepsi banyak orang hingga mereka percaya bahwa ia adalah Tuhan.
Namun, Islam mengajarkan bahwa bukan jumlah pengikut yang menentukan kebenaran, melainkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah." (QS. Al-An'am: 116)
Ini menjadi pengingat bahwa popularitas dan banyaknya pengikut bukan ukuran kebenaran. Maka, jika Dajjal hidup di era digital, bukan tidak mungkin ia akan mendapatkan "centang biru" sebagai bentuk validasi sosial, tetapi itu bukan berarti kebenaran ada padanya. Justru, semakin besar pengaruhnya, semakin besar pula fitnah dan ujian bagi umat manusia.
Baca Juga: Melihat Ciri-Ciri Wanita Akhir Zaman, Salah Satunya Suka Pamer, Termasuk Golongan Pengikut Dajjal
Karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar kita selalu berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal. Salah satu doa yang dianjurkan dibaca setiap shalat adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal." (HR. Muslim)
Dengan demikian, meskipun Dajjal memiliki banyak pengikut dan mungkin "terverifikasi" dalam dunia digital, umat Islam tidak boleh tertipu oleh popularitasnya.
Yang lebih penting adalah tetap berpegang teguh pada ajaran Islam dan berlindung kepada Allah dari fitnahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









