Dampak Negatif Nonton Film Streaming LK21 dalam Pandangan Islam

AKURAT.CO Artikel ini akan mengulas pembahasan dari dampak negatif nonton Film Streaming LK21 dalam pandangan Islam.
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara manusia mengakses hiburan, termasuk menonton film.
Salah satu fenomena yang muncul adalah keberadaan situs streaming ilegal seperti LK21, yang menyediakan berbagai film tanpa izin resmi.
Dalam pandangan Islam, tindakan menonton film melalui situs ilegal ini memiliki beberapa dampak negatif, baik dari segi hukum, moralitas, maupun spiritualitas seorang Muslim.
Melanggar Hak Cipta: Bentuk Ghashb yang Dilarang
Dalam Islam, salah satu prinsip utama dalam muamalah adalah keadilan dan penghormatan terhadap hak orang lain.
Menonton film dari situs ilegal seperti LK21 berarti mengakses suatu karya tanpa izin pemiliknya, yang dalam hukum Islam dapat dikategorikan sebagai ghashb (perampasan hak orang lain). Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
يٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوا۟ أَمْوٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجٰرَةً عَن تَرَاضٍۢ مِّنكُمْ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dalam perdagangan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu." (QS. An-Nisa: 29)
Baca Juga: Dosakah Meyakini Keberuntungan Shio Ular Kayu bagi Orang Islam?
Ayat ini menegaskan bahwa mengambil sesuatu secara batil tanpa hak adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam.
Menonton film dari situs ilegal termasuk dalam kategori ini karena pelaku menikmati hasil karya tanpa membayar dan tanpa izin, yang berarti merugikan pihak yang berhak.
Membiasakan Perbuatan Haram dan Mengurangi Keberkahan
Selain aspek hukum, menonton film melalui situs ilegal juga membiasakan seseorang dalam perbuatan yang tidak benar. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ
"Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara syubhat yang tidak diketahui oleh banyak orang. Barang siapa menjaga diri dari perkara syubhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Menonton film dari sumber ilegal adalah tindakan yang berada dalam ranah syubhat, karena melibatkan hak orang lain yang tidak diberikan secara sah.
Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa membuat seseorang semakin jauh dari nilai-nilai kejujuran dan keberkahan dalam hidupnya.
Menghilangkan Nilai Tanggung Jawab dan Amanah
Islam mengajarkan pentingnya sikap amanah dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam menghargai hasil kerja orang lain. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ
"Tidak beriman orang yang tidak memiliki sifat amanah." (HR. Ahmad)
Menonton film dari sumber ilegal menunjukkan sikap kurang amanah terhadap hak cipta dan usaha para pembuat film. Jika sikap ini terus dipelihara, maka akan melemahkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim.
Kesimpulannya dalam Islam, menonton film dari situs ilegal seperti LK21 bukan hanya persoalan hukum negara tetapi juga terkait dengan nilai-nilai keadilan, amanah, dan keberkahan dalam hidup.
Islam melarang mengambil sesuatu secara batil, termasuk menikmati karya orang lain tanpa izin yang sah.
Oleh karena itu, seorang Muslim seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih sumber hiburan dan berusaha untuk selalu berada dalam koridor yang halal dan diberkahi oleh Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









