Akurat

Benarkah Tali Pocong Lupa Dilepas Bikin Arwah Gentayangan? Ini Jawaban Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 21 Januari 2025, 11:30 WIB
Benarkah Tali Pocong Lupa Dilepas Bikin Arwah Gentayangan? Ini Jawaban Islam

AKURAT.CO Dalam tradisi sebagian masyarakat, ada keyakinan bahwa tali pocong yang lupa dilepas saat prosesi pemakaman dapat menyebabkan arwah gentayangan.

Kepercayaan ini sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun, bagaimana Islam memandang hal ini? Adakah dasar dalam syariat yang mendukung keyakinan tersebut, ataukah ini hanyalah mitos belaka?

Perspektif Islam tentang Kematian

Islam mengajarkan bahwa kematian adalah akhir dari kehidupan duniawi dan awal perjalanan menuju alam akhirat. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

كل نفس ذائقة الموت ثم إلينا ترجعون

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan." (QS. Al-‘Ankabut: 57)

Ayat ini menegaskan bahwa kematian adalah kepastian, dan setiap jiwa yang wafat akan kembali kepada Allah.

Setelah seseorang meninggal, ruhnya tidak lagi memiliki hubungan dengan dunia kecuali melalui amal jariyah, doa anak yang saleh, atau ilmu yang bermanfaat.

Baca Juga: Menentukan Nasib dengan Kalender Jawa Weton: Apakah Bertentangan dengan Syariat Islam?

Adapun keyakinan bahwa tali pocong yang lupa dilepas dapat mengakibatkan arwah gentayangan, hal ini tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.

Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan bahwa kondisi jasad, termasuk tali kafan, dapat memengaruhi perjalanan ruh di alam barzakh.

Dalil tentang Keadaan Ruh Setelah Kematian

Ruh manusia yang telah wafat berpindah ke alam barzakh hingga hari kiamat. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:

القبر أول منازل الآخرة فإن نجا منه فما بعده أيسر منه وإن لم ينج منه فما بعده أشد منه

"Kubur adalah tempat pertama dari tahapan akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka setelahnya akan lebih mudah baginya. Namun, jika ia tidak selamat darinya, maka setelahnya akan lebih berat baginya." (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa urusan ruh di alam kubur bergantung pada amal perbuatannya selama di dunia, bukan pada apakah tali pocong dilepas atau tidak.

Adab Pemakaman dalam Islam

Islam menganjurkan agar jenazah diperlakukan dengan baik sesuai tuntunan syariat. Salah satu sunnahnya adalah memastikan bahwa kain kafan diikat dengan rapi untuk menjaga aurat jenazah.

Tali-tali tersebut memang dilepas sebelum jenazah dikuburkan, tetapi hal ini lebih bersifat teknis untuk memberikan kenyamanan dan penghormatan kepada jenazah. Tidak ada kaitannya dengan keberadaan ruh setelah wafat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا كفن أحدكم أخاه فليحسن كفنه

"Jika salah seorang di antara kalian mengafani saudaranya, maka hendaklah ia memperbagus kafannya." (HR. Muslim)

Hadis ini menekankan pentingnya memperhatikan kualitas kafan dan tata cara pemakaman, namun tidak menyebutkan konsekuensi spiritual terkait tali pocong.

Baca Juga: Aplikasi Penghasil Saldo Dana Gratis, Bagaimana Hukum Uangnya Menurut Islam?

Kesimpulannya, kepercayaan bahwa tali pocong yang lupa dilepas dapat menyebabkan arwah gentayangan adalah mitos yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.

Ruh manusia tidak lagi bergantung pada kondisi jasad setelah kematian, melainkan pada amal dan pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Umat Islam hendaknya menjadikan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah ﷺ sebagai pedoman utama dalam memahami perkara-perkara terkait kehidupan dan kematian, sehingga dapat terhindar dari keyakinan yang menyimpang.

Sebagai penutup, mari kita berdoa agar Allah memberikan kita pemahaman yang benar dan menerima amal kebaikan kita sebagai bekal menuju kehidupan akhirat. Wallahu a'lam bish-shawab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.