Aplikasi Penghasil Saldo Dana, Apa Dampak Positif dan Negatifnya Menurut Islam?

AKURAT.CO Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, aplikasi penghasil saldo Dana menjadi tren di kalangan masyarakat.
Aplikasi ini memberikan peluang untuk mendapatkan uang secara online, baik melalui survei, menonton iklan, atau menyelesaikan tugas-tugas tertentu.
Namun, sebagai seorang Muslim, penting untuk melihat fenomena ini melalui perspektif Islam, mengkaji dampak positif dan negatifnya, serta memahami bagaimana Islam memandang hal ini berdasarkan dalil Al-Qur'an dan Hadis.
Secara positif, aplikasi penghasil saldo Dana dapat menjadi sarana bagi seseorang untuk mencari rezeki dengan cara yang halal, selama aktivitas yang dilakukan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
“وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ”
Artinya: "Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya." (QS. An-Najm: 39)
Ayat ini menekankan pentingnya usaha dalam mencari rezeki. Selama aplikasi tersebut menawarkan pekerjaan yang halal, misalnya menulis ulasan, mengikuti survei yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, atau mempromosikan produk yang bermanfaat, maka penggunaannya dapat dianggap sebagai bagian dari usaha yang diridhai Allah.
Baca Juga: Saldo Dana Gratis, Halal atau Haram dalam Perspektif Islam?
Selain itu, dalam konteks kemudahan teknologi, aplikasi ini juga dapat membantu mereka yang kesulitan mendapatkan pekerjaan konvensional, seperti ibu rumah tangga atau penyandang disabilitas, untuk tetap produktif.
Namun, di sisi lain, terdapat dampak negatif yang perlu diperhatikan. Beberapa aplikasi penghasil saldo Dana mungkin meminta pengguna untuk melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti menonton konten yang tidak bermoral, berjudi dalam bentuk permainan, atau bahkan menyebarkan berita palsu demi mendapatkan imbalan.
Dalam hal ini, Islam sangat tegas melarang segala bentuk perbuatan yang mendekati keharaman. Allah berfirman:
“وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ”
Artinya: "Dan janganlah kamu saling membantu dalam dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksaan-Nya." (QS. Al-Maidah: 2)
Selain itu, penggunaan aplikasi secara berlebihan juga dapat menyebabkan seseorang lalai dari kewajiban utamanya, seperti salat, membaca Al-Qur'an, atau kewajiban lain kepada keluarga dan masyarakat. Rasulullah SAW bersabda:
“نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ”
Artinya: "Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari)
Hadis ini mengingatkan bahwa waktu luang adalah amanah yang harus digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, bukan dihabiskan dengan kegiatan yang sia-sia meskipun menghasilkan uang.
Baca Juga: Klaim Saldo Dana Gratis, Apakah Uangnya Halal dalam Pandangan Islam?
Dari perspektif Islam, penting bagi seorang Muslim untuk memiliki kesadaran bahwa rezeki harus dicari dengan cara yang halal dan tidak melalaikan tanggung jawab kepada Allah dan sesama.
Sebelum menggunakan aplikasi penghasil saldo Dana, seorang Muslim harus menimbang dampak positif dan negatifnya serta memastikan aktivitas tersebut sesuai dengan ajaran syariah.
Dengan demikian, teknologi dapat menjadi alat yang mendukung kehidupan yang lebih baik tanpa mengorbankan nilai-nilai agama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









