Niat Puasa Ayyamul Bidh Digabung dengan Puasa Senin-Kamis di Bulan Rajab

AKURAT.CO Puasa merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama puasa sunnah seperti puasa Ayyamul Bidh dan puasa Senin-Kamis.
Kedua jenis puasa sunnah ini memiliki keutamaan tersendiri, dan menariknya, seorang muslim dapat menggabungkan niat puasa keduanya, terutama saat bertepatan dengan bulan Rajab, salah satu bulan suci dalam Islam.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh dan Senin-Kamis
Puasa Ayyamul Bidh, yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:
"Berpuasalah pada hari-hari putih, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 dari setiap bulan. Karena puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun." (HR. An-Nasa’i dan Ibn Hibban).
Sementara itu, puasa Senin-Kamis dianjurkan karena pada hari-hari tersebut amal perbuatan manusia diangkat ke hadapan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
"Amal-amal diperlihatkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Aku suka amalanku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa." (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Batas Sahur Puasa Sunnah Rajab Kapan?
Ketika kedua puasa sunnah ini bertemu, misalnya pada bulan Rajab, yang dikenal sebagai salah satu bulan haram dengan nilai pahala yang dilipatgandakan, seorang muslim dapat menggabungkan niatnya untuk meraih keutamaan keduanya.
Niat Puasa Gabungan Ayyamul Bidh dan Senin-Kamis
Dalam Islam, niat adalah kunci ibadah. Ketika seseorang ingin menggabungkan puasa Ayyamul Bidh dengan puasa Senin-Kamis, ia cukup berniat dalam hati bahwa ibadah puasanya mencakup kedua jenis puasa tersebut. Adapun niat dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ وَصَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyamil bidh wa shauma yaumi al-khamis sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa Ayyamul Bidh dan puasa hari Kamis sunnah karena Allah Ta'ala."
Jika hari tersebut adalah hari Senin, maka niatnya diubah menjadi:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ وَصَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyamil bidh wa shauma yaumi al-ithnain sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa Ayyamul Bidh dan puasa hari Senin sunnah karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Menggabungkan Niat Puasa
Menggabungkan niat puasa ini tidak hanya memudahkan, tetapi juga menunjukkan keluwesan ajaran Islam.
Seorang muslim tetap mendapatkan pahala dari kedua puasa tersebut tanpa kehilangan keutamaan salah satunya.
Hal ini sesuai dengan kaidah fikih bahwa satu amalan sunnah dapat mencakup beberapa niat, selama tidak ada dalil yang melarangnya.
Bulan Rajab sebagai momentum pengingat akan keutamaan amal ibadah memberikan kesempatan besar untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah.
Baca Juga: Puasa Ayyamul Bidh Januari 2025 Kapan? Begini Niat Puasa Ayyamul Bidh
Dengan menggabungkan niat puasa Ayyamul Bidh dan Senin-Kamis, seorang muslim dapat memperkaya amal dan memperbesar peluang mendapatkan rahmat Allah SWT di bulan yang penuh berkah ini.
Semoga Allah SWT menerima setiap ibadah yang kita lakukan dengan niat tulus dan ikhlas karena-Nya. Amin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










