Akurat

Biaya Haji 2025 Disebut Akan Lebih Murah, Berapa Biaya Haji di Masa Rasulullah SAW?

Fajar Rizky Ramadhan | 28 Desember 2024, 07:32 WIB
Biaya Haji 2025 Disebut Akan Lebih Murah, Berapa Biaya Haji di Masa Rasulullah SAW?

 

AKURAT.CO Haji adalah salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi umat Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial.

Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh dunia menunaikan ibadah ini di Tanah Suci Mekkah, meskipun biaya perjalanan haji sering menjadi tantangan tersendiri.

Pada tahun 2025, terdapat kabar bahwa biaya haji akan mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Namun, bagaimana sebenarnya biaya haji di masa Rasulullah SAW jika dibandingkan dengan zaman sekarang? 

Biaya Haji di Masa Rasulullah SAW

Pada masa Rasulullah SAW (570–632 M), perjalanan haji tidak melibatkan biaya seperti yang kita kenal saat ini. Haji dilakukan dengan cara yang jauh lebih sederhana, tanpa keterlibatan agen perjalanan atau teknologi modern.

Biaya utama yang dikeluarkan para jamaah pada masa itu berkisar pada kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan transportasi yang biasanya berupa unta atau berjalan kaki.

Harga seekor unta saat itu menjadi indikator penting. Berdasarkan berbagai catatan sejarah, seekor unta pada zaman Rasulullah SAW dihargai sekitar 200 dirham (perak) atau 20 dinar (emas).

Jika dikonversi ke nilai modern, 1 dinar emas setara dengan sekitar 4,25 gram emas murni. Dengan harga emas saat ini, misalnya Rp1 juta per gram, maka seekor unta bernilai sekitar Rp85 juta.

Baca Juga: Presiden Prabowo Minta Biaya Haji 2025 Lebih Murah!

Namun, tidak semua orang pada masa itu memiliki unta. Bagi mereka yang tidak mampu, perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki, sehingga biaya utama hanyalah persediaan makanan dan air. Dalam masyarakat Arab yang terkenal gotong-royong, sering kali jamaah saling berbagi sumber daya untuk meringankan beban perjalanan.

Konteks Ekonomi di Masa Rasulullah SAW

Ekonomi pada masa Rasulullah SAW bersifat sederhana, berbasis perdagangan, dan barter. Tidak ada biaya administrasi, visa, atau akomodasi seperti di era modern.

Selain itu, pemerintah Islam pada masa itu tidak membebankan biaya tambahan untuk pelaksanaan ibadah haji karena fokusnya adalah pada aspek spiritual, bukan komersial.

Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan kondisi saat ini, di mana biaya haji mencakup tiket pesawat, fasilitas akomodasi, konsumsi, serta berbagai kebutuhan logistik lainnya.

Perbandingan dengan Biaya Haji Modern

Di era modern, pelaksanaan ibadah haji melibatkan berbagai elemen tambahan yang meningkatkan biaya.

Faktor seperti transportasi udara, pengelolaan akomodasi di Mekkah dan Madinah, serta fasilitas kesehatan dan keamanan membuat biaya haji semakin kompleks.

Pada tahun-tahun terakhir, biaya haji di Indonesia berkisar antara Rp70 juta hingga Rp100 juta per jamaah, tergantung pada jenis layanan yang dipilih.

Namun, pada tahun 2025, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menyebutkan kemungkinan adanya penurunan biaya haji.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti efisiensi pengelolaan dana haji, kerja sama lebih lanjut dengan pemerintah Arab Saudi, serta penyesuaian kurs mata uang.

Hikmah Biaya Haji di Masa Rasulullah SAW

Meskipun secara finansial biaya haji di masa Rasulullah SAW tampak lebih murah, ada nilai spiritual yang dapat kita pelajari.

Kesederhanaan dan keikhlasan dalam melaksanakan haji menjadi fokus utama. Ibadah haji adalah perjalanan mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang lebih menekankan pada niat, pengorbanan, dan ketulusan hati, bukan semata-mata pada kemewahan fasilitas.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar: Biaya Haji 2025 Akan Lebih Murah Tanpa Mengurangi Kualitas Pelayanan

Di masa modern, meskipun biaya haji lebih tinggi, umat Islam di seluruh dunia tetap bersemangat menabung untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Hal ini menunjukkan bahwa ibadah haji bukan hanya tentang aspek materi, tetapi juga tentang perjuangan, pengorbanan, dan cinta kepada Sang Pencipta.

Dengan demikian, baik di masa Rasulullah SAW maupun di era modern, haji tetap menjadi sebuah perjalanan spiritual yang penuh makna.

Penurunan biaya haji di tahun 2025 tentu menjadi kabar baik, tetapi esensi haji yang sesungguhnya tetaplah terletak pada niat dan ketulusan hati setiap jemaah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.